Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19, Tempat Pesugihan Gunung Simpay Kuningan Tak Pernah Sepi Pengunjung

Selama pandemi Covid-19, tempat pesugihan Gunung Simpay,tak pernah sepi pengunjung. Berada di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana di tempat pesugihan Gunung Simpay di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/2/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Selama pandemi Covid-19, tempat pesugihan Gunung Simpay,tak pernah sepi pengunjung alias pemohon.

Lokasi tempat pesugihan itu berada di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Baca juga: Tempat Pesugihan di Kuningan Tanpa Kuncen, Asli Bukan Hoax, Dipercaya Dihuni Siluman Ular Perempuan

Tempat dua makam keramat yang suka dijadikan sebagai tempat pesugihan oleh warga yang berziarah, Selasa(2/2/2021). Kedua makam itu terletak di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Tempat dua makam keramat yang suka dijadikan sebagai tempat pesugihan oleh warga yang berziarah, Selasa(2/2/2021). Kedua makam itu terletak di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. (Tribuuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Baca juga: Kisah Abah Lurah Hidup Sendiri di Kampung Mati Kuningan Hidup Tanpa Listrik, Keluarga dan Tetangga

Tempat pesugihan tersebut diyakini warga terdapat sejumlah makam leluhur desa yang dianggap sebagai makam keramat.

Ading (41), warga RT 18 RW 5 Dusun Kaliwon, desa setempat, mengatakan Gunung Simpay merupakan lahan keramat yang memiliki lebih dari satu pasarean alias makam tokoh leluhur desa.

"Di Gunung Simpay, ada Makam Buyut Saringsingan, Kuwu Rongkah, Syeh Semar Kuncung, Eyang Winanta atau Panenjoan Buyut Sakti dan ada Makam Eyang Surajaya," kata Ading saat ditemui di rumahnya, usai mengunjungi lokasi Gunung Simpay, Selasa (16/2/2021).

Nama-nama tokoh yang dimakamkan itu, kata Ading, merupakan tokoh desa di zaman sebelum kemerdekaan dan yang memperkokoh terbentuknya Desa Pagundan.

Meski masa Pandemi Covid-19, pengunjung dari luar daerah itu tetap saja ada.

Kebanyakan dari pengunjung itu bertujuan untuk bisa cepat meraih kesuksesan dalam kehidupan.

"Ya, hampir tiap tahunnya itu ada sekitar 20 orang datang dan melakukan ritual yang diharapkan sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved