Breaking News:

Banyak Postingan Video soal Mistis Dikaitkan dengan Kuningan, Diskominfo Ingatkan Ini pada YouTuber

Di situs unggahan atau postingan video, seperti YouTube sekarang ini banyak tayangan tentang tema mistis yang dikaitkan dengan daerah Kuningan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kepala Bidang Informasi Komunikasi dan Publikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kuningan, Anwar Nasihin, saat ditemui di Setda Kuningan, Senin (15/2/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Di situs unggahan atau postingan video, seperti YouTube sekarang ini banyak tayangan tentang tema mistis yang dikaitkan dengan daerah Kuningan.

Kondisi ini dinilai Kepala Bidang Informasi Komunikasi dan Publikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kuningan, Anwar Nasihin, telah meresahkan warga Kuningan.

Baca juga: Siswa di Purwakarta Wajib Pakai Seragam saat Belajar Online, Ini Alasannya

Baca juga: Tempat Pesugihan di Kuningan Tanpa Kuncen, Asli Bukan Hoax, Dipercaya Dihuni Siluman Ular Perempuan

Baca juga: Lucinta Luna Keluar dari Rutan Pondok Bambu, Jalani Asimilasi di Rumah Agar Cegah Penyebaran Covid

"Maksud video meresahkan itu jelas bukan bentuk pengiklanan.

Melainkan video yang mengunggah tentang mistis dan video bukan semestinya terjadi di lapangan.

Seperti terjadi sekarang, beredar video kampung mati dan banyak video unggahan mistis dengan menyebut daerah Kuningan.

Ini ada pengaduan bahwa pengunggah video itu ilegal alias tanpa izin dari pemerintah setempat.

Hal ini jelas bisa masuk pelanggaran ITE (Informasi Transaksi Elektronik)," papar Anwar kepada wartawan saat ditemui di Setda Kuningan, Senin (15/2/2021).

Anwar menyebut video atau konten yang dianggap meresahkan itu tidak menutup kemungkinan untuk dilaporkan ke pihak kepolisian atau penutupan akunnya secara permanen.

"Soal pelaporan atau tindak pengapusan akun permanen ini bisa saja kami lakukan.

Namun, hingga kini kami menyarankan kepada penggiat sosial yang mengunggah konteneresahkan tolong sebelumnya minta izin terlebih dahulu," ujarnya.

Mengenai konten yang meresahkan, kata dia, ini banyak ditemukan di Chanel YouTube yang mengatasnamakan daerah Kuningan.

"Pada dasarnya, kami harap youtuber atau penggiat sosial media ini harus mendapat persetujuan dari lingkungan sekitar," ungkapnya. (*)

Baca juga: Posting Gaji Hanya Rp 700 Ribu, Guru Honorer Dipecat Lewat SMS, Begini Alasan Pihak Sekolah

Baca juga: Apa Boleh Bayar Utang Puasa Ramadhan Digabung dengan Puasa Rajab? Begini Bacaan Niat Puasanya

Baca juga: Ini Sepuluh Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai Wanita, Juga Bisa Akibat Faktor Keturunan

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved