Kecelakaan Bus di Tol Cipali

5 Fakta Kecelakaan Maut Bus Handoyo Terguling di Tol Cipali, 12 Tewas hingga Sopir Ugal-ugalan

Bus Handoyo yang terguling itu hingga pagi ini disebutkan menelan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
LIVE IG Tribun Jabar
Satu unit bus mengalami kecelakaan maut di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 15.15 WIB. 

Mashudi dan Yekti adalah suami istri.

Anak mereka, Adelia yang masih berusia 5 tahun juga menjadi korban meninggal kecelakaan maut bus Handoyo tersebut.

Sopir Ugal-ugalan

Sopir bus PO Handoyo yang mengalami kecelakaan maut, di Tol Cipali, diamankan Polisi.
Sopir bus PO Handoyo yang mengalami kecelakaan maut, di Tol Cipali, diamankan Polisi. (Istimewa)

Kecelakaan maut tersebut diduga kuat akibat sang sopir ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan sejak dari Yogyakarta hingga ke TKP.

Hal tersebut berdasarkan kesaksian seorang korban selamat, Rahma (16) yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS Abdul Razak Purwakarta

Menurut Rahma, sang sopir mengemudikan kendaraannya ugal-ugalan sebelum kecelakaan terjadi.

"Ya..memang selama dalam perjalanan sopir mengemudikan kendaraannya selalu dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan," katanya, Rahma, Pelajar SMA Kelas XI yang akan berlibur menemui ibunya di Bekasi

Rahma juga mengungkapkan, dirinya berangkat dari Temanggung ke Bekasi untuk menemui ibunya.

"Saya kangen sama bunda, mumpung sudah beres ujian semester pertama, saya langsung berangkat ke Bekasi. Namun nahas mobil yang saya tumpangi terguling akibat, sopir ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan yang saya tumpangi," ungkapnya

Rahma menjelaskan, dirinya saat itu duduk di tengah bagian kanan, sehingga terbentur tertindih oleh penumpang lainnya.

"Posisi saat celaka saya masih sadar tertindih penumpang lainnya, bus terguling begitu keras sehingga wajar banyak korban jiwa juga," katanya

Rahma juga mengatakan, dirinya juga melihat banyak korban terjepit. Namun beruntung dirinya selamat.

"Alhamdulillah, saya selamat sekali pun duduk di bagian kanan saat mobil tersebut terguling melintang di tengah jalan," ucapnya

Rahma mengaku bersyukur bisa selamat dari kecelakaan maut tersebut, sekalipun dirinya mengalami luka berat.

Rahma, Pelajar SMA yang menjadi korban selamat kecelakaan maut bus Handoyo di Exit Tol Cikampek, Jumat (15/12/2023).
Rahma, Pelajar SMA yang menjadi korban selamat kecelakaan maut bus Handoyo di Exit Tol Cikampek, Jumat (15/12/2023). (ahya nurdin/tribun jabar)

"Alhamdulillah bersyukur bisa selamat dala kecelakaan tersebut, sekalipun saya hanya mengalami beberapa luka lecet dimuka, tangan, kaki dan bagian dada. Yang paling sakit terasa di bagian kaki kanan yang luka dan saat ini masih terus mendapatkan penanganan medis," katanya

Sopir bus PO Handoyo yang mengalami kecelakaan maut, di Tol Cipali, diamankan Polisi. 

Kapolres Purwakarta, AKBP Edward Zulkarnain mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.

"Satu sopir diamankan di Polres," ujar Edward, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/12/2023). 

Bus Handoyo tersebut, kata dia, melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta dengan membawa 20 orang penumpang.

"Setibanya di tempat kejadian perkara saat melaju di jalan yang menikung ke kiri, diduga pengemudi kurang antisipasi sehingga kendaraan oleng tidak terkendali menabrak guardrail (agar pengaman jalan)," ujar Ibrahim Tompo.

Setelah menabrak guardrail, kata dia, bus langsung terbalik dengan posisi terakhir roda kiri di atas badan jalan, menghadap keselatan.

Ada Bekas Rem

Wadirlantas Polda Jawa Barat, AKBP Edwin Afandi menyebutkan bahwa ada upaya pengereman yang dilakukan oleh pengemudi bus PO Handoyo yang alami kecelakaan di Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan, tepatnya di Interchange KM 72 Exit Tol Cikampek, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat (15/12/2023) sore.

Ia mengatakan, ada bekas jejak rem dari bus yang sebabkan 12 orang tewas tersebut.

"Ada upaya pengereman, tapi kami akan melalukan olah TKP pada Sabtu (16/12) esok, untuk memastikan kondisi bus saat melintas dalam keadaan cepat atau tidak," kata Edwin kepada wartawan di RS Abdul Radjak Purwakarta, Jumat (15/12/2023).

Dirinya mengatakan bahwa pihaknya telah memintai keterangan terhadap sejumlah korban.

"Berdasarkan keterangan penumpang, bermula bus tersebut melintas dari kecepatan yang tinggi saat akan melintas di interchange dan kondisi jalan baik. Namun, kondisi jalan menikung dan pengemudi bus sepertinya tidak mengantisipasi terkait tikungan yang cukup tajam sehingga terjadi kecelakan, pengemudi bus tidak dapat mengendalikan kendaraannya," ujarnya.

Sementara itu, pengelola PO Bus Handoyo Sulis menyebutkan bahwa bus berplat nomer AA 7626 OA yang terlibat kecelakaan tersebut rutin melakukan perawatan.

"Rutin melakukan perawatan," ucap Sulis kepada wartawan di lokasi kejadia, Jumat (15/12/2023).

Ia mengatakan bahwa bus tersebut merupakan bus tujuan Yogyakarta-Bogor.

"Berangkat dari Yogyakarta sekitar 05.30 WIB, ada dua supir dan satu kernet. Sedangkan data penumpang itu dari Yogyakarta ada 20 orang," katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan supir, Rinto mengaku bahwa bus yang ia kendarai hilang kendali saat lokasi kejadian.

"Tiba-tiba oleng, hilang kendali," ucapnya.

Seperti yang diketahui, kecelakaan maut tersebut menyebabkan 12 orang tewas di lokasi kejadian. Sedangkan 7 orang alami luka-luka.

Kini, korban tewas sudah dilarikan ke RS Abdul Radjak. Sedangkan korban luka berada di RS Siloam Purwakarta.

Kelalaian Sopir

Kecelakaan maut dialami Bus Handoyo jurusan Yogyakarta-Bogor di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sore.
Kecelakaan maut dialami Bus Handoyo jurusan Yogyakarta-Bogor di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sore. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi mengungkapkan dugaan sementara kecelakaan bus PO Handoyo Kilometer (Km) 72 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akibat kelalaian sopir.

"Dugaan sementara itu akibat kelalaian, " kata Edwin di rumah sakit Abdul Rozak, Jumat (15/12/2023).

Edwin menjelaskan, dari hasil keterangan korban selamat mengatakan bahwa ketika berada ditikungan sebelum mengalami kecelakaan, kendaraan masih melaju dengan cepat.

"Kalau keterangan korban yang selamat, ditikungan itu bus masih melaju dengan cepat, " kata dia.

Kemudian di lokasi tempat kejadian kecelakaan polisi juga menemukan bekas ban pada aspal, terlihat bus mencoba melakukan pengereman.

"Jadi tadi lokasi, kita menemukan bekas ban, " kata dia.

Namun pihak kepolisian akan memastikan penyebab kecelakaan dengan melakukan olah TKP pada esok hari di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan bus terguling itu, sebanyak 12 orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka berat dan ringan. Untuk sang sopir sendiri telah berada di Kantor Mapolres Purwakarta.  (*)

Baca juga: UPDATE Identifikasi Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus Terguling di Tol Cipali Purwakarta, 12 Orang

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved