Kecelakaan Bus di Tol Cipali

5 Fakta Kecelakaan Maut Bus Handoyo Terguling di Tol Cipali, 12 Tewas hingga Sopir Ugal-ugalan

Bus Handoyo yang terguling itu hingga pagi ini disebutkan menelan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
LIVE IG Tribun Jabar
Satu unit bus mengalami kecelakaan maut di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 15.15 WIB. 

TRIBUNCIREBON.COM - Berikut ini sederet Fakta kecelakaan maut di Tol Cipali akibat bus terguling di Exit Tol Cikampek KM 72, Jumat (15/12/2023).

Bus Handoyo yang terguling itu hingga pagi ini disebutkan menelan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Bus tersebut merupakan trayek angkutan antar provinsi, jurusan Yogyakarta - Bogor.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Bus Terguling di Tol Cipali, 8 Orang Dikabarkan Meninggal

Akibat kecelakaan maut itu semua keluarga korban syok saat mendengar kabar tersebut, bahkan ada yang pingsan.

Kecelakaan maut di Tol Cipali ini terjadi menjelang akhir tahun 2023, di mana sebagian orang tengah menyiapkan masa liburan sekolah sekaligus liburan akhir tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribuncirebon.com, terdapat sejumlah Fakta kecelakaan maut di Tol Cipali tersebut, mulai dari jumlah korban, kondisi keluarga korban hingga penyebab kecelakaan maut itu terjadi.

Satu unit bus mengalami kecelakaan maut di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 15.15 WIB.
Satu unit bus mengalami kecelakaan maut di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 15.15 WIB. (LIVE IG Tribun Jabar)

Berikut sederet Fakta kecelakaan maut di Tol Cipali, Bus Handoyo terguling:

12 Penumapang Meninggal Dunia

Sebanyak 12 korban tewas akibat kecelakaan maut bus PO Handoyo terguling di Ruas Jalan Tol Cipali, tepatnya Interchange KM 72 Exit Tol Cikampek, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat berhasil diidentifikasi pada Sabtu (16/12/2023) dini hari.

Identifikasi belasan korban tersebut dilakukan oleh Tim Inafis Polres Purwakarta bersama Inafis Polres Karawang menggunakan Inafis Portable System.

Dengan alat tersebut, pihak kepolisian melakukan pencocokan identitas dengan sidik jari korban.

Korban tewas terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah Siti Wirnasih (36), warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Berikut untuk identitas korban 12 korban tewas:

1. Mia Febrianti, usia 40 tahu, merupakan warga Desa Duri Kelapa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

2. Iskandar berusia 69 tahun, merupakan warga Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

3. Resmi Asiatub berusia 60 tahun, merupakan warga Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

4. Kasdi berusia 63 tahun, merupakan warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

5. Mashudi berusia 57 tahun adalah warga Desa Salam, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

6. Yekti Nugrahanti berusia 45 tahun adalah warga Desa Salam, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

7. Adelia berusia 5 tahun merupakan anak dari Mashudi dan Yekti.

8. Siti Rohyati usia 57 tahun adalah warga Desa Ciracas, Jakarta Timur.

9. Siti Munjayana usia 55 tahun adalah warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

10. Cholimah usia 68 tahun adalah warga Desa Bantir, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

11. Kholifah usia 60 Tahun adalah warga Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

12. Siti Wirnasih (36), warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Belasan korban tersebut berada di RS Abdul Radjak Purwakarta. Pihak berwenang pun sudah mempersilahkan keluarga korban untuk membawa jenazah.

Diketahui, belasan korban tersebut tewas usai bus PO Handoyo dengan nomer polisi AA 7626 OA yang mereka tumpangi alami kecelakaan tunggal di Tol Cipali, Jumat (15/12/2023).

Bus dengan tujuan Yogyakarta-Bogor itu terguling saat hendak keluar Tol Cikampek untuk mengambil penumpang di Kabupaten Purwakarta.

"Saat di lokasi kejadian, kondisi jalan yang tikungan dan menurun itu diduga tidak dikuasai oleh sang supir, hingga akhirnya supir hilang kendali dan menabrak pembatas jalan sampai terguling arah kanan," ucap Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Dadang Supariadi.

Keluarga Korban Pingsan

Isak tangis terdengar saat keluarga para korban kecelakaan maut bus Handoyo tiba di RS Abdul Radzak, Purwakarta, semalam.

Keluarga korban tewas asal Temanggung Jawa Tengah, Amin Fahrudin, yang berprofesi sebagai driver ojol, mengaku bak tersambar petir di siang bolong saat menerima berita tentang kecelakaan ini. 

Ia mengaku tak menyangka ibunya, Cholimah (68), menjadi satu dari 12 korban tewas kecelakaan maut bus Handoyo di Exit Tol Cikampek Tol Cipali.

Amin yang datang ditemani keluarga dan tetangganya terkulai lemas di depan kamar jenazah RS Abdul Radzak.

Istrinya bahkan sempat tak sadarkan diri.

Saptoni, tetangga Amin mengatakan, Amin mendengar kabar kecelakaan itu dari agen bus Handoyo.

Mendengar itu, Amin langsung mengecek, jangan-jangan ibunya menjadi salah seorang korban.

"Karena kondisi Amin tak memungkinkan, makanya saya yang mengantar. Ini kami langsung mengecek ke kamar mayat RS Abdul Radjak Purwakarta," ujar Saptoni.

Menurut Saptoni, ibunda Amin berangkat dari Candiroto, sejak pagi.

Tujuannya, ke Kabupaten Karawang untuk liburan bersama tiga cucunya, yang merupakan anak dari Amin Fachrudin.

Namun, belum sampai Karawang, bus yang membawa Cholimah ternyata mengalami kecelakaan. 

"Ini, Amin dan istrinya masih syok atas musibah ini," tambah Saptoni.

Korban lain kecelakaan maut itu termasuk satu keluarga asal Magelang.

Menurut data dari polisi, ada tiga nama yang memiliki alamat sama.

Mereka adalah Mashudi dan Yekti Nugrahanti warga Desa Salam, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. 

Mashudi dan Yekti adalah suami istri.

Anak mereka, Adelia yang masih berusia 5 tahun juga menjadi korban meninggal kecelakaan maut bus Handoyo tersebut.

Sopir Ugal-ugalan

Sopir bus PO Handoyo yang mengalami kecelakaan maut, di Tol Cipali, diamankan Polisi.
Sopir bus PO Handoyo yang mengalami kecelakaan maut, di Tol Cipali, diamankan Polisi. (Istimewa)

Kecelakaan maut tersebut diduga kuat akibat sang sopir ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan sejak dari Yogyakarta hingga ke TKP.

Hal tersebut berdasarkan kesaksian seorang korban selamat, Rahma (16) yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS Abdul Razak Purwakarta

Menurut Rahma, sang sopir mengemudikan kendaraannya ugal-ugalan sebelum kecelakaan terjadi.

"Ya..memang selama dalam perjalanan sopir mengemudikan kendaraannya selalu dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan," katanya, Rahma, Pelajar SMA Kelas XI yang akan berlibur menemui ibunya di Bekasi

Rahma juga mengungkapkan, dirinya berangkat dari Temanggung ke Bekasi untuk menemui ibunya.

"Saya kangen sama bunda, mumpung sudah beres ujian semester pertama, saya langsung berangkat ke Bekasi. Namun nahas mobil yang saya tumpangi terguling akibat, sopir ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan yang saya tumpangi," ungkapnya

Rahma menjelaskan, dirinya saat itu duduk di tengah bagian kanan, sehingga terbentur tertindih oleh penumpang lainnya.

"Posisi saat celaka saya masih sadar tertindih penumpang lainnya, bus terguling begitu keras sehingga wajar banyak korban jiwa juga," katanya

Rahma juga mengatakan, dirinya juga melihat banyak korban terjepit. Namun beruntung dirinya selamat.

"Alhamdulillah, saya selamat sekali pun duduk di bagian kanan saat mobil tersebut terguling melintang di tengah jalan," ucapnya

Rahma mengaku bersyukur bisa selamat dari kecelakaan maut tersebut, sekalipun dirinya mengalami luka berat.

Rahma, Pelajar SMA yang menjadi korban selamat kecelakaan maut bus Handoyo di Exit Tol Cikampek, Jumat (15/12/2023).
Rahma, Pelajar SMA yang menjadi korban selamat kecelakaan maut bus Handoyo di Exit Tol Cikampek, Jumat (15/12/2023). (ahya nurdin/tribun jabar)

"Alhamdulillah bersyukur bisa selamat dala kecelakaan tersebut, sekalipun saya hanya mengalami beberapa luka lecet dimuka, tangan, kaki dan bagian dada. Yang paling sakit terasa di bagian kaki kanan yang luka dan saat ini masih terus mendapatkan penanganan medis," katanya

Sopir bus PO Handoyo yang mengalami kecelakaan maut, di Tol Cipali, diamankan Polisi. 

Kapolres Purwakarta, AKBP Edward Zulkarnain mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.

"Satu sopir diamankan di Polres," ujar Edward, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/12/2023). 

Bus Handoyo tersebut, kata dia, melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta dengan membawa 20 orang penumpang.

"Setibanya di tempat kejadian perkara saat melaju di jalan yang menikung ke kiri, diduga pengemudi kurang antisipasi sehingga kendaraan oleng tidak terkendali menabrak guardrail (agar pengaman jalan)," ujar Ibrahim Tompo.

Setelah menabrak guardrail, kata dia, bus langsung terbalik dengan posisi terakhir roda kiri di atas badan jalan, menghadap keselatan.

Ada Bekas Rem

Wadirlantas Polda Jawa Barat, AKBP Edwin Afandi menyebutkan bahwa ada upaya pengereman yang dilakukan oleh pengemudi bus PO Handoyo yang alami kecelakaan di Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan, tepatnya di Interchange KM 72 Exit Tol Cikampek, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat (15/12/2023) sore.

Ia mengatakan, ada bekas jejak rem dari bus yang sebabkan 12 orang tewas tersebut.

"Ada upaya pengereman, tapi kami akan melalukan olah TKP pada Sabtu (16/12) esok, untuk memastikan kondisi bus saat melintas dalam keadaan cepat atau tidak," kata Edwin kepada wartawan di RS Abdul Radjak Purwakarta, Jumat (15/12/2023).

Dirinya mengatakan bahwa pihaknya telah memintai keterangan terhadap sejumlah korban.

"Berdasarkan keterangan penumpang, bermula bus tersebut melintas dari kecepatan yang tinggi saat akan melintas di interchange dan kondisi jalan baik. Namun, kondisi jalan menikung dan pengemudi bus sepertinya tidak mengantisipasi terkait tikungan yang cukup tajam sehingga terjadi kecelakan, pengemudi bus tidak dapat mengendalikan kendaraannya," ujarnya.

Sementara itu, pengelola PO Bus Handoyo Sulis menyebutkan bahwa bus berplat nomer AA 7626 OA yang terlibat kecelakaan tersebut rutin melakukan perawatan.

"Rutin melakukan perawatan," ucap Sulis kepada wartawan di lokasi kejadia, Jumat (15/12/2023).

Ia mengatakan bahwa bus tersebut merupakan bus tujuan Yogyakarta-Bogor.

"Berangkat dari Yogyakarta sekitar 05.30 WIB, ada dua supir dan satu kernet. Sedangkan data penumpang itu dari Yogyakarta ada 20 orang," katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan supir, Rinto mengaku bahwa bus yang ia kendarai hilang kendali saat lokasi kejadian.

"Tiba-tiba oleng, hilang kendali," ucapnya.

Seperti yang diketahui, kecelakaan maut tersebut menyebabkan 12 orang tewas di lokasi kejadian. Sedangkan 7 orang alami luka-luka.

Kini, korban tewas sudah dilarikan ke RS Abdul Radjak. Sedangkan korban luka berada di RS Siloam Purwakarta.

Kelalaian Sopir

Kecelakaan maut dialami Bus Handoyo jurusan Yogyakarta-Bogor di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sore.
Kecelakaan maut dialami Bus Handoyo jurusan Yogyakarta-Bogor di Tol Cipali pada Jumat (15/12/2023) sore. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi mengungkapkan dugaan sementara kecelakaan bus PO Handoyo Kilometer (Km) 72 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akibat kelalaian sopir.

"Dugaan sementara itu akibat kelalaian, " kata Edwin di rumah sakit Abdul Rozak, Jumat (15/12/2023).

Edwin menjelaskan, dari hasil keterangan korban selamat mengatakan bahwa ketika berada ditikungan sebelum mengalami kecelakaan, kendaraan masih melaju dengan cepat.

"Kalau keterangan korban yang selamat, ditikungan itu bus masih melaju dengan cepat, " kata dia.

Kemudian di lokasi tempat kejadian kecelakaan polisi juga menemukan bekas ban pada aspal, terlihat bus mencoba melakukan pengereman.

"Jadi tadi lokasi, kita menemukan bekas ban, " kata dia.

Namun pihak kepolisian akan memastikan penyebab kecelakaan dengan melakukan olah TKP pada esok hari di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan bus terguling itu, sebanyak 12 orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka berat dan ringan. Untuk sang sopir sendiri telah berada di Kantor Mapolres Purwakarta.  (*)

Baca juga: UPDATE Identifikasi Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus Terguling di Tol Cipali Purwakarta, 12 Orang

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved