Breaking News:

TKW

Nasib Safitri, Mantan TKW Indramayu, Belasan Tahun Dikurung di Kamar Rumah Kosong oleh Keluarganya

Diduga kuat, Safitri dikurung sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang karena sering mengamuk akibat . . .

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Nasib Safitri, Mantan TKW Indramayu, Belasan Tahun Dikurung di Kamar Rumah Kosong oleh Keluarganya 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sungguh malang nasib mantan Tenaga Kerja Wanita atau TKW asal Indramayu yang satu ini.

Wanita ini bernama Safitri (47) asal Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu sudah belasan tahun hidup dikurung di kamar rumah kosong oleh keluarganya sendiri.

Baca juga: Jeritan Nasib Maryam, TKW Indramayu di UEA Disekap & Tak Digaji 7 Tahun, Dinas Ini Langsung Gerak

Diduga kuat, Safitri dikurung sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang karena sering mengamuk akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya atau Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ).

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, Safitri dikurung dalam sebuah kamar khusus yang dilengkapi pintu besi berjeruji pada rumah kosong peninggalan orang tuanya.

Di rumah itu, hanya ada penerangan dari satu lampu saja yang menemani Safitri.

Kakak dari Safitri, Saerah (60) mengatakan, keluarga tidak memiliki pilihan lain selain mengurung adiknya tersebut.

"Pernah kejadian mukul orang sampai harus dirawat di rumah sakit," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (12/1/2023).

Selain itu, lanjut Saerah, adiknya tersebut juga kerap mencubiti anak-anak, merusak kebun tetangga, dan lain sebagainya.

Nasib Safitri, Mantan TKW Indramayu, Belasan Tahun Dikurung di Kamar Rumah Kosong oleh Keluarganya
Nasib Safitri, Mantan TKW Indramayu, Belasan Tahun Dikurung di Kamar Rumah Kosong oleh Keluarganya (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Saerah menceritakan, gangguan kejiwaan Safitri, pertama kali dialami pada tahun 1995 saat ia baru pulang seusai menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW di Brunei Darussalam.

Saat itu, Safitri sempat mendapat penanganan hingga akhirnya bisa sembuh.

Namun, sekitar tahun 2005, penyakitnya kembali kambuh dan akhirnya diputuskan mengurung Safitri pada tahun 2010.

"Dulu diurusinnya sama ibu saya, tapi sekarang sudah meninggal dan diteruskan diurus oleh saya tahun 2015 sampai sekarang," ujar dia.

Kondisi Safitri sendiri sekarang ini sudah diketahui oleh pemerintah Desa Singaraja.

Pemerintah desa pun sudah berupaya dengan membuatkan identitas kependudukan untuk Safitri demi keperluan penanganan terhadap penyakit yang dideritanya.

Dengan harapan, Safitri bisa secepatnya ditangani dan bisa sembuh seperti sebelumnya.

"Dari pemerintah desa tentu kita bantu semaksimal mungkin. Bukan hanya dari segini kesehatannya saja. Artinya, untuk kebutuhannya juga semaksimal mungkin kami dari pemerintah desa berupaya untuk membantu," ujar Kepala Dusun Desa Singaraja, Rifkie Widasarandy.

Baca juga: Cerita Sukses TKW di Arab Saudi, Layani Dua Majikan Sekaligus, Dapat Gaji Besar Setiap Bulan

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved