Berita Majalengka

Warga dan Wakil Ketua DPRD Majalengka Doakan Korban Tragedi Nasional

Selain mendoakan para korban, Asep juga berdialog dengan pelaku UMKM di Sindangkasih, Majalengka.

Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
dok DPRD Majalengka
Ratusan warga bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Asep Eka Mulyana menggelar doa bersama di Kelurahan Sindangkasih pada Sabtu (30/8/2025) sore. 

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Ratusan warga bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Asep Eka Mulyana menggelar doa bersama di Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, pada Sabtu (30/8/2025) sore. 

Acara ini dipersembahkan untuk para korban tragedi nasional yang jatuh dalam gelombang demonstrasi dan kerusuhan di sejumlah daerah, sekaligus menjadi ruang dialog antara DPRD dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri warga dari berbagai kecamatan.

Mereka duduk bersila, melantunkan doa, dan mengenang nama-nama korban yang gugur, di antaranya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal dalam aksi demonstrasi di Jakarta, serta tiga korban kebakaran gedung DPRD Makassar, yaitu Muh. Saiful Akbar, Muh. Akbar Basri alias Abay (26), dan Syahrina Wati (25).

Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut adalah duka bangsa yang harus dijadikan peringatan untuk lebih bijak dalam merespons aspirasi rakyat.

“Saya turut berduka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa demonstrasi di berbagai daerah. Ini adalah peringatan bagi kita semua untuk lebih arif dalam menghadapi perbedaan. Mereka yang gugur adalah bagian dari kita semua, dan kehilangan ini sungguh menyayat hati,” ujar Asep dalam keterangannya kepada Tribun, Sabtu malam.

Selain doa bersama, Asep juga memimpin dialog interaktif dengan para pelaku UMKM.

Ia menyerap aspirasi pelaku UMKM di Majalengka. Asep juga mengungkapkan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian rakyat yang harus terus didukung, apalagi di tengah situasi ekonomi nasional yang belum stabil.

Menurutnya, DPRD Majalengka memiliki kewajiban moral dan politik untuk memperjuangkan aspirasi para pelaku usaha kecil. 

"UMKM harus menjadi prioritas kita. Banyak keluarga menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Maka DPRD harus hadir, mendengar, dan mencarikan solusi agar UMKM tetap bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan keluhan mengenai sulitnya akses permodalan, keterbatasan pemasaran produk lokal, hingga tingginya biaya operasional.

Asep mendengarkan satu per satu dan berjanji akan membawa persoalan tersebut ke pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

“Wakil rakyat tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Kita harus hadir di tengah rakyat, terutama saat bangsa sedang dilanda cobaan. Dari sini kita bisa mencari jalan keluar bersama,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved