Jembatan Gantung yang Hubungkan Kuningan dan Ciamis Putus Disapu Luapan Sungai Cijolang

Jembatan gantung  yang menghubungkan Desa Sukajaya kecamatan Rajadesa Ciamis – Desa Ciberung Kecamatan Selajambe Kuningan putus disapu luapan Cijolang

Editor: dedy herdiana
Dok.Tagana Ciamis
Jembatan gantung di Desa Sukajaya Rajadesa Ciamis menghubungkan dengan Dusun Walahar Desa Ciberung Selajambe Kuningan putus disapu luapan Sungai Cijolang Sabtu (25/3) sekitar pukul 17.00 sore. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Ciamis, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Jembatan gantung  yang menghubungkan Desa Sukajaya kecamatan Rajadesa Ciamis – Desa Ciberung Kecamatan Selajambe Kuningan putus disapu luapan Sungai Cijolang Sabtu (25/3) pukul 17.00 sore.

Saat detik-detik jembatan gantung putus, cuaca hujan deras.

Putusnya jembatan dua daerah perbatasan tersebut menyusul hujan lebat yang menguyur daerah Ciamis dan sekitarnya pukul  14.00 hingga pukul 17.30 Sabtu (25/3) sore tersebut.

Baca juga: Hujan Ekstrem Landa Ciamis, Akses Dua Negara di Panawangan Ciamis Sempat Terputus Akibat Longsor

Menurut anggota FK Tagana Ciamis wilayah Rajadesa, Anwar Hidayat, jembatan gantung tersebut berada di Dusun Citapen Landeuh Rt 02 RW 03 Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa (Ciamis).

Dan menghubungkan langsung dengan Dusun Walahar Desa Ciberung Kecamatan Selajambe (Kabupaten Kuningan).

“Jembatan gantung tersebut putus porak poranda tidak bisa dilewati sama sekali,” ujar Anwar Hidayat kepada Tribun Sabtu (25/3).

Jembatan putus akibat arus Sungai Cijolang (anak sungai Citanduy) yang deras dan meluap setelah hujan lebat intensitas tinggi mengguyur  pada hari ke-3 Ramadan Sabtu (25/3) sore menjelang magrib tersebut.

Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Citapen Landeuh (Sukajaya) dan Dusun Walahar (Desa Ciberung) tersebut dibangun tahun 2020 pasca longsor besar yang terjadi bulan April 2020.

Tebing di Dusun Citapen Landeuh longsor dan sempat menimbun  aliran Sungai Cijolang bulan Apri 2020 tersebut sehigga Sungai Cijolang meluap merendam puluhan rumah  di Dusun Walahar.

“Setelah longsor tahun 2020 itu, dibangun jembatan gantung yang menghubungkan kedua dusun melintas di atas Sungai Cijolang,” katanya.

Baca juga: Kawah Gunung Galunggung Longsor, Ini Statusnya Kata PVMBG Termasuk Imbauan bagi Warga dan Wisatawan

Jembatan  gantung tersebut bisa dilewati sepeda motor dan merupakan jalan alternatif hubungan kedua daerah.

Dengan putusnya jembatan gantung di Dusun Citapen Landeuh tersebut warga kedua daerah terpaksa menempuh jalan alternatif  melalui jembatan gantung di Desa Tigaherang Rajadesa.

“Sekarang warga kalau mau lewat terpaksa ke jalur alternatif  jembatan gantung di Desa Tigaherang,” ujar Anwar Hidayat.

Lokasi jembatan gantung yang putus di Dusun Citapen Landeuh Desa Sukajaya tersebut berjarak sekitar 10 km  dengan jembatan gantung di Desa Tigaherang Rajadesa yang juga menghubungkan dengan Selajambe  Kuningan.

“Sekarang alternatifnya terpaksa lewat jembatan gantung di Desa Tigaherang sektar 15 menit dari Sukajaya,” imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved