Breaking News:

Kasus Asusila di Pontren Kuningan

HEBOH Perkara Asusila Mirip Kasus Herry Wirawan di Daerahnya, Ketua MUI Kuningan Tanggapi Begini

Kasus asusila di Kuningan ini melibatkan oknum guru ngaji sekaligus sebagai pimpinan pondok pesantren di Pondok Pesantren Bina Qurani.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Abdul Hafifi (38) Pimpinan Pondok Pesantren di Kuningan ditangkap polisi, Jumat (31/12/2021) 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Heboh perkara asusila yang mirip kasus Herry Wirawan di Bandung, di Kuningan, membuat MUI Kuningan merasa prihatin.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah. Ia merasa sangat prihatin dengan kepribadian tak baik seorang pengajar tersebut.

Kasus asusila di Kuningan ini melibatkan oknum guru ngaji sekaligus sebagai pimpinan pondok pesantren di Pondok Pesantren Bina Qurani.

"Ya kami mendengar sangat prihatin. Sebab kelakuan tidak baik itu harus tidak muncul dalam diri seorang guru atau Ustad," kata Ketua MUI Kuningan saat dihubungi ponselnya di tadi, Jum'at (31/12/2021).

Menurut Ketua MUI Kuningan menyebut profesi guru atau tenaga pendidik itu sangat berat dengan tanggung jawab. Sebab yang disampaikan itu bukan semata gugur kewajiban dari profesinya.

"Profesi guru atau Ustad itu tidak jauh seperti khotib saat melangsungkan rukun dalam solat Jum'at. Maka dalam kalimat sebelum banyak memberikan pesan atau wasiat itu tercantum ada pesan pribadi yang disampaikan lebih dulu, seperti dari keterangan sebelum Khotib berwasiat atau berpesan khutbah Jum'at itu sesungguhnya pada pribadinya juga," katanya.

Abdul Hafifi (38) Pimpinan Pondok Pesantren di Kuningan ditangkap polisi, Jumat (31/12/2021)
Abdul Hafifi (38) Pimpinan Pondok Pesantren di Kuningan ditangkap polisi, Jumat (31/12/2021) (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Mirip Herry Wirawan Terjadi di Kuningan, 7 Anak di Bawah Umur Jadi Korbannya

Oleh karenanya, kata Ketua MUI Kuningan berharap kepada tenaga pendidik maupun ustad itu bisa menjaga terhadap hal yang menimbulkan keburukan pada pribadinya. "Ya kami berharap agar kejadian ini menjadi evaluasi terhadap masyarakat dan lingkungan tenaga pendidik. Sehingga kejadian tidak baik itu tidak ada lagi," katanya.

Berita sebelumnya, buntut tindakan asusila terhadap sejumlah santri oleh oknum ustad  sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Bina Qurani yangbterlat4 di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, mendapat tanggapan dari Kapolsek Cigugur AKP Maman saat dihubungi ponselnya tadi, Jum'at (31/12/2021).

AKP Maman mengatakan untuk lokasi dan bangunan pondok pesantren kini telah mendapat pengawasan serius. "Lokasi kita amankan dari kegiatan warga setempat atau sterilkan dari aktivitas apapun di lokasi tersebut," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved