Breaking News:

Dedi Mulyadi Menangis Saat Kunjungi Keluarga Korban Konflik Lahan Tebu, Ini Solusi yang Diajukannya

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, menemui keluarga korban meninggal dunia akibat konflik pertanahan di Desa Sumber Kulon

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Facebook/Dedi Mulyadi
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, menemui keluarga korban meninggal dunia akibat konflik pertanahan di Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (7/10/2021). 

Meski demikian, belum diketahui secara pasti peran dari para pelaku tersebut.

"Kasus ini masih kita dalami dahulu, mohon waktunya," ujar Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif.

Pendampingan Hukum dari Demokrat

DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu akan melakukan upaya pendampingan hukum terhadap anggotanya berinisial T.

Hal itu disampaikan Ketua Balitbang DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu, Harris Solihin saat konferensi pers di DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (5/10/2021).

T sendiri diketahui menjadi salah satu terduga pelaku yang sebelumnya diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ia diduga terlibat dalam kasus tewasnya 2 orang petani tebu di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka pada Senin (4/10/2021) kemarin.

Baca juga: Anggota DPRD Fraksi Demokrat Ditangkap Diduga Terlibat Bentrok Maut yang Menewaskan 2 Petani Tebu

Hal ini dikarenakan T merupakan ketua dari Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis).

"DPC Partai Demokrat tentu akan memberikan bantuan hukum, karena ini anggota kami," ujar dia.

Harris Solihin mengatakan, pendampingan hukum ini agar kasus tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Selain itu, disampaikan Harris Solihin, pihaknya juga akan mengajukan hearing kepada pimpinan DPRD melalui Fraksi Partai Demokrat.

Hal ini untuk meminta kejelasan dari pihak-pihak terkait, seperti PG Jatitujuh, Perum Perhutani, Polres Indramayu, dan pihak-pihak lainnya yang dianggap perlu.

Termasuk di dalamnya, para kelompok masyarakat yang melakukan penggarapan di lahan tebu PG Jatitujuh tersebut.

Baca juga: Pascainsiden, Polisi Majalengka Minta Warga Tak Garap Lahan Tebu Dulu di Kawasan PG Jatitujuh

Masih disampaikan Harris Solihin, pihaknya ingin menggali sumber-sumber persoalan secara utuh untuk mencegah konflik berkepanjangan kedepannya.

Pasalnya, konflik tersebut bukan kali pertama atau sudah berulangkali terjadi.

"Kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun, tapi kita juga memiliki prinsip untuk mengedepankan praduga tak bersalah," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ada sebanyak 2 orang petani tebu warga Kabupaten Majalengka yang merenggang nyawa saat tengah membajak lahan tebu.

Mereka dibacok secara membabi buta oleh massa yang datang secara tiba-tiba.

Kepala kedua korban pecah dan tubuh berlumuran darah.

Salah satu korban yang meninggal dunia bahkan pergelangan tangannya nyaris putus karena tebasan golok.

Lokasi kejadian tersebut terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, sekitar pukul 11.00 WIB.

Dari Informasi yang diterima Tribuncirebon.com, kedua korban masing-masing bernama Suenda dan Yaya.

Keduanya warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Baca juga: Kedua Korban Bentrok Perebutan Lahan Tebu Dikenal Sebagai Tokoh yang Memiliki Jiwa Sosial Tinggi

Sosok Kedua Korban di Mata Masyarakat

Dua warga Kabupaten Majalengka menjadi korban dalam bentrokan rebutan lahan di perbatasan Majalengka-Indramayu, Senin (4/10/2021).

Keduanya merupakan warga Kecamatan Jatitujuh yang tergabung dalam kemitraan PG Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Adapun, keduanya menjadi korban keganasan dari F-Kamis (Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan), Kabupaten Indramayu.

Kedua korban, masing-masing bernama Suenda atau yang lebih dikenal Buyut asal Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh dan Yayan warga Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh yang tewas karena mengalami luka bacok.

Salah satu korban tewas akibat perselisihan lahan di PG Jatitujuh antara kelompok kemitraan PG Jatitujuh dengan kelompok Fkamis, Senin (4/10/2021). Saat ini, kedua korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Salah satu korban tewas akibat perselisihan lahan di PG Jatitujuh antara kelompok kemitraan PG Jatitujuh dengan kelompok Fkamis, Senin (4/10/2021). Saat ini, kedua korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Camat Jatitujuh, Ikin Asikin mengatakan, keduanya merupakan tokoh yang cukup dikenal oleh masyarakat dari masing-masing desanya.

Suenda sendiri, jelas dia, merupakan Ketua Yayasan Al-Awaliyah Padepokan Nur Sedjati.

Sementara, korban atas nama Yayan dikenal sebagai Ketua Bumdes Jatimulya yang berada di Desa Jatiraga.

"Keduanya memang tokoh di masing-masing asal desanya, ini pukulan telak bagi para warganya," ujar Ikin kepada Tribun, Senin (4/10/2021).

Baca juga: 19 Orang Diamankan Polisi Diduga Terlibat Penghilangan Nyawa Petani Tebu di Indramayu-Majalengka

Sementara, salah satu petani yang ikut dalam keanggotaan Bumdes Jatimulya di Desa Jatiraga, Supar Purnomo (41) mengatakan, Yayan dikenal sebagai orang yang membela masyarakat.

Selain itu, jiwa sosialnya pun tinggi yang menjadikan setiap ada permalasahan di kebun, Yayan lah yang bertanggung jawab.

"Luar biasa, pejuang keras. Membela orang-orang lemah. Namanya jiwa sosialnya tinggi, seluruh permalasahan di kebun, dia yang maju," ucapnya.

Oleh karena itu, mewakili para warga Desa Jatiraga, Supar menyayangkan peristiwa yang merenggut nyawa Yayan.

Ia pun turut berdukacita atas meninggalnya sosok yang dikenal baik tersebut.

Baca juga: Kronologi Perselisihan Lahan di Majalengka Hingga Memakan 2 Korban Tewas

19 Orang Diamankan

Sebanyak 19 orang diamankan polisi setelah kejadian berdarah yang terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka, Senin (4/10/2021).

Mereka ditangkap setelah polisi melakukan penyisiran.

Kejadian pembacokan petani tersebut tepatnya terjadi di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Pantauan Tribuncirebon.com, 19 orang tersebut saat ini sedang diamankan di Mapolsek Cikedung pada sore hari ini.

Mereka tengah dimintai keterangan lebih lanjut soal penyerangan yang mengakibatkan 2 petani tebu warga Kabupaten Majalengka hingga merenggang nyawa.

"Iya ada 19 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan," ujar salah seorang polisi.

Baca juga: Baracuda Diterjunkan Buru Pelaku yang HIlangkan Nyawa Petani Tebu di Perbatasan Indramayu-Majalengka

Seperti diberitakan sebelumnya, ada sebanyak 2 orang petani tebu warga Kabupaten Majalengka yang kehilangan nyawa saat tengah membajak lahan tebu.

Mereka dibacok secara membabi buta oleh massa yang datang secara tiba-tiba.

Kepala kedua korban pecah dan tubuh berlumuran darah.

Salah satu korban yang meninggal dunia bahkan pergelangan tangannya nyaris putus karena tebasan golok.

Dari Informasi yang diterima Tribuncirebon.com, kedua korban masing-masing bernama Suenda dan Yaya.

Keduanya warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Turunkan Barracuda

Rebutan lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Majalengka berujung maut, Senin (4/10/2021).

Lokasi tersebut tepatnya terjadi di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu

Ada sebanyak 2 orang petani tebu warga Kabupaten Majalengka yang merenggang nyawa saat tengah membajak lahan tebu.

Mereka dibacok secara membabi buta oleh massa yang datang secara tiba-tiba.

Kepala kedua korban pecah dan tubuh berlumuran darah.

Baca juga: Kronologi Perselisihan Lahan di Majalengka Hingga Memakan 2 Korban Tewas

Salah satu korban yang meninggal dunia bahkan pergelangan tangannya nyaris putus karena tebasan golok.

Dari Informasi yang diterima Tribuncirebon.com, kedua korban masing-masing bernama Suenda dan Yaya.

Keduanya warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Polisi pun langsung bergerak cepat dengan melakukan penyisiran setelah kejadian tersebut terjadi untuk mengejar para pelaku.

Satuan Brimob Polda Jabar pun turut diterjunkan dalam penyisiran tersebut bersama dengan petugas Polres Indramayu.

Pantauan di lokasi, polisi juga menerjunkan mobil baracuda.

Sampai dengan saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian yang mengakibatkan petani kehilangan nyawa tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS - 2 Warga Majalengka Kehilangan Nyawa Gara-gara Perselisihan Lahan Tebu di Jatitujuh

Diberitakan sebelumnya, Perselisihan lahan berujung maut terjadi di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Majalengka, Senin (4/10/2021).

Pasalnya, perselisihan itu merenggut dua warga asal Kabupaten Majalengka.

Diduga, dua kelompok dari kemitraan PG Jatitujuh dengan kelompok Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis) Kabupaten Indramayu bentrok di kawasan lahan tebu milik PG Jatitujuh Majalengka.

Camat Jatitujuh, Ikin Asikin membenarkan peristiwa berdarah tersebut.

Dari peristiwa itu, jelas dia, ada dua warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka yang meninggal dunia.

"Ya benar, ada warga kami yang menjadi korban," ujar Ikin saat ditemui di Puskesmas Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Petani Tebu di Indramayu Diserang Kelompok Orang Tak Dikenal, Korban Dikabarkan Alami Luka Bacokan

Ia menyebut, dua warga itu atas nama Suhendar, warga Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.

Sedangkan, satu warga tewas lainnya bernama Yayan yang beralamat di Desa Jatiraga dari kecamatan yang sama.

"Ini itu konflik yang sudah berlangsung lama. Perselisihan lahan menjadi faktor kelompok tani tersebut konflik," ucapnya.

Baca juga: Diduga Dibakar Orang Indramayu, Polisi Majalengka Dalami Peristiwa Pembakaran Lahan Tebu Cisarewu

Terkait lokasi peristiwa pengeroyokan itu sendiri, sambung dia, berada di Kabupaten Indramayu, tepatnya di Kecamatan Tukdana.

Sementara, saat ini dua korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Informasi yang diterima, keduanya akan diotopsi terlebih dahulu ke rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Dua warga asal Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka menjadi korban kebringasan hingga tewas yang diduga dilakukan oleh kelompok tani dari Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis) Kabupaten Indramayu, Senin (4/10/2021).

Peristiwa itu terjadi di kawasan lahan tebu PG Jatitujuh sekitar pukul 11.00 WIB di mana dua korban bersama warga lainnya yang tergabung dalam kemitraan PG Jatitujuh sedang melakukan penggarapan lahan.

Bentrokan itu tak bisa dihindarkan, sehingga kedua korban masing-masing bernama Suenda (buyut) asal Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh dan Yaya asal Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh mengalami luka serius hingga tewas.

Bahkan, selain mengalami luka serius di bagian kepala, salah satu lengan korban atas nama Suenda nyaris putus.

Baca juga: BREAKING NEWS - 2 Warga Majalengka Kehilangan Nyawa Gara-gara Perselisihan Lahan Tebu di Jatitujuh

Salah satu saksi mata, Yaya Sumarya (34) menceritakan, peristiwa itu berawal pada malam hari sebelumnya, di mana ia mendengar pembicaraan Yaya selaku bosnya terkait pembajakan lahan.

Bosnya tersebut diminta, menerjunkan alat berat di lokasi tertentu di kawasan lahan tebu PG Jatitujuh.

"Nah hari ini tadi kami pukul 09.30 WIB melakukan pembajakan lahan, sampai pukul 10.30 WIB," ujar Yaya saat ditemui di Puskesmas Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (4/10/2021).

Namun, Yaya mengaku, saat sedang melakukan pembajakan lahan, pihaknya mendapatkan aksi penyerangan dari sekelompok yang membawa senjata tajam.

Diduga, pihaknya diserang oleh kelompok masyarakat yang diduga berasal dari F-Kamis (Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan).

"Kami tiba-tiba ada penyerangan, kemungkinan besar dari F-Kamis. Akibatnya ada korban dua orang," ucapnya.

Penyerangan itu akhirnya berbuntut bentrok, yang mana dua warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka menjadi korban hingga tewas.

Masing-masing bernama Suenda (buyut) asal Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh dan Yaya asal Desa Jatiraga dari kecamatan yang sama.

"Saat itu seperti perang kami lagi garap lahan kemudian diserang. Semua pekerja berlarian dan korban ini jatuh ke parit langsung di bacok oleh mereka," jelas dia.

Melihat korban yang terluka parah, Yaya dan pekerja lainnya berusaha membantu korban.

Namun nahas, meski sempat dibawa ke Puskesmas Jatitujuh kedua nyawa korban tidak tertolong. 

"Luka bacok di kepala, leher dan tangan," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved