Breaking News:

Diduga Dibakar Orang Indramayu, Polisi Majalengka Dalami Peristiwa Pembakaran Lahan Tebu Cisarewu

Lahan tebu yang berada di Blok Cisarewu, Desa Sukakerta, Kecamatan Kertajati, Majalengka diduga dibakar oleh massa yang berasal dari Indramayu

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
dok.humas Polres Majalengka
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi meninjau lokasi dibakarnya lahan tebu yang diduga dilakukan oleh sekelompok tani asal Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Hamparan lahan tebu yang berada di Blok Cisarewu, Desa Sukakerta, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka diduga dibakar oleh massa yang berasal dari Kabupaten Indramayu.

Informasi yang diterima, peristiwa dibakarnya lahan terjadi pada Senin (27/9/2021) kemarin oleh sekelompok Fkamis yang merupakan kelompok tani yang berasal dari kota mangga itu.

Perselisihan lahan menjadi faktor kelompok tani tersebut membakar lahan tersebut.

Baca juga: Saat Akan Pergi Kerja, Polisi Farhan Melihat Asap Kebakaran di Jalan Kuningan, Ini Yang Dilakukannya

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi membenarkan informasi tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, ia bersama anggotanya langsung melakukan pengecekan situasi paska terjadinya pembakaran areal lahan tebu tersebut.

"Kemarin saya tinjau langsung lokasi pembakaran, kami sedang dalami. Dugaan sementara dilakukan oleh kelompok petani tebu," ujar Edwin kepada media, Selasa (28/9/2021).

Kapolres menyebut, kronologis kejadian pembakaran tersebut merupakan buntut dari perselisihan lahan tebu antara petani yang tergabung dalam kelompok tani FKamis.

"Massa FKamis kurang lebih 500 orang dipimpin oleh Saudara Holid (Kelompok F Kamis Indramayu) dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan bersenjatakan parang, golok dan clurit kemudian membakar bibit tebu milik Tarmidi warga asal Kabupaten Indramayu," ucapnya.

Baca juga: Sejumlah Wisata di Majalengka Mulai Kembali Ramai, Disparbud: Panyaweuyan Nomor Satu

Kapolres melanjutkan, hasil monitoring yang dilakukan, pihaknya tidak menemukan keterlibatan masyarakat Majalengka.

Sementara, masyarakat sekitar maupun pihak pabrik gula (PG) juga telah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut.

"Masyarakat Majalengka pada khususnya tidak ada yang terlibat, pihak pengelola yang dalam hal ini PG juga telah menyerahkan kasus ini ke Polres Majalengka untuk ditindaklanjut," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved