Mata Air Pantan Warisan Belanda Hadiah buat Ratu Wilhelmina Ada di Majalengka, Airnya Jernih & Sejuk
Nama Majalengka makin ramai diperbincangkan saat Bandara Internasional Jawa Barat resmi beroperasi.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Nama Majalengka makin ramai diperbincangkan saat Bandara Internasional Jawa Barat resmi beroperasi.
Perbincangan itu makin hangat setelah daerah dengan sebutan Kota Angin ini memiliki 'sejuta' destinasi wisata di dalamnya.
Nyatanya, jika dulu Majalengka hanya dikenal sebagai salah satu lumbung padi Jawa Barat, kini mulai dikenal sebagai tujuan wisata alam yang keindahannya tiada habisnya.
Baca juga: Disparbud Jabar Pastikan Semua Tempat Wisata di Jabar Tutup Selama PPKM Darurat
Baca juga: Petugas Gabungan Majalengka Gencarkan Sosialisasi PPKM Mikro Darurat di Sejumlah Objek Wisata
Majalengka juga dikenal ramah untuk semua traveler.
Untuk yang senang bertualang, ada beragam curug yang siap memanjakan pandangan mata pengunjungnya.
Untuk yang senang treking atau bersepeda, ada banyak jalur perbukitan yang siap ditaklukkan.
Lalu untuk yang hanya ingin bersantai, bisa jalan-jalan menggunakan campervan keliling Majalengka.
Kini, perbincangan terhangat soal tempat wisata di Majalengka adalah mata air peninggalan atau warisan dari masa penjajahan Belanda yang kini masih berfungsi dengan baik.
Sumber air alam tersebut dikenal dengan nama mata air Pantan yang berada di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Meski bangunannya tua dan belum pernah dilakukan perbaikan, tetapi sumber mata air tersebut berfungsi dengan baik hingga sekarang.
Termasuk untuk kebutuhan irigasi sawah.
Saat Tribun mencoba menjelajahinya, sangat disayangkan jalur menuju mata air peninggalan Belanda ini sulit dijangkau.
Tidak ada akses jalan yang bisa dilalalui jika harus menggunakan roda dua apalagi roda empat.
Namun untungnya, jarak dari tempat parkir ke lokasi mata air bisa dibilang tidak terlalu jauh, yakni berjarak kurang lebih 500 meter.