Breaking News:

Dampak Larangan Mudik 2021, Jumlah Pemohon SKCK Alami Penurunan Hingga 40 Persen dari Tahun Lalu

Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kebaikan ( SKCK) di Mapolres Kuningan alami penurunan. Hal itu di akibat terjadi larangan mudik 2021

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana warga membuat SKCK di Sat Intelkam Polres Kuningan, Rabu (19/5/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kebaikan ( SKCK) di Mapolres Kuningan alami penurunan. Hal itu di akibat terjadi larangan mudik 2021 melalui kebijakan pemerintah yang sebelumnya ditetap sejak tanggal 06 Mei hingga 17 Mei 2021.

Demikian hal itu dikatakan Kasat Intel Polres Kuningan AKP Muhamad Rustandi melaui KBO Intel Polres, yakni Iptu Kuswa saat ditemui di lingkungan Mapolres setempat, Rabu (19/5/2021).

Selama jadwal masuk kerja itu jumlah pemohon SKCK itu berada di kisaran seratusan pemohon.

Baca juga: MENGEJUTKAN, Terdata Ada ASN Karawang Mudik ke Irlandia dan Maroko, Begini Penjelasan Kepala BKPSDM

Baca juga: Hari Pertama Pascalibur Lebaran, Tak Ditemukan ASN di Indramayu yang Bolos Karena Mudik

"Ya untuk Hari Senin ada sebanyak 219 pemohon, kemudian untuk Hari Selasa ada sebanyak 181 pemohon dan untuk hari ini belum kami rekap totol pemohon.

Sebab dalam setiap harinya itu rekap pemohon di lakukan pada sore hari jelang habis jam kerja," ungkapnya.

Mengenai kategori pemohon, kata Kuswa mengklaim bahwa usia produktif yang menjadi mayoritas yang datang melalukan permohonan pembuatan SKCK.

"Untuk rata-rata umur pemohon itu berusia 18 - 40 tahun. Mereka pemohon yang mendominasi imembuat SKCK pemula dan tidak banyak pemohon juga melakukan perpanjangan masa berlaku SKCK yang memiliki usia 6 bulan," ungkapnya.

Baca juga: Tahun Ini Pemkab Kuningan Buka Lowongan CPNS 2021, Pantau Terus Informasinya

Baca juga: Beredar Broadscast Bupati Kuningan Galang Donasi Untuk Pesantren dan Yayasan, Ternyata Hoaks

Mengenai lingkungan di masa Pandemi Covid19 sekarang, kata Kuswo mengaku bahwa pelaksanaan kerja bagi pemohon dan pekerja tetap berpatokan pada standar kesehatan atau tetap menggunakan protokol Covid19. "Ya kita disini tetap gunakan protokol kesehatan, seperti penyediaan cairan hand sanitizer, jaga jarak dan kepada pemohon wajib pakai masker," ujarnya.

Dalam memudahkan persyaratan bagi pemohon itu harus melengkapi foto copy kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan membawa pas photo 4x6 serta bersedia bayar sebesar Rp 30 ribu.

"Untuk teknik pembuatan lain, ini bisa dari online, namun tetap dalam pembayaran Rp 30 ribu itu sebagai PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak)," ujarnya.

Bagi pemohon perdana, kata Kuswa itu mewajibkan datang ke Mapolres Kuningan. Pasalnya, dalam pembuatan jelas dibutuhkan sidik jari dan petugas sidik jari ini belum ada di masing - masing Polsek di Kuningan.

"Ya untuk pemohon pertama dalam memenuhi SKCK ini harus ke Polres. Namun untuk melakukan perpanjangan SKCK ini bisa di tiap Polsek yang berada di daerah. Alasan ini, karena di Polsek tidak memiliki kebijakan dalam urusan sidik jari," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved