Warga Gelar Aksi, Kepala Desa Cihideung Hilir Kuningan dan Pamongnya Mengundurkan Diri

Warga Cihideung Hilir, Kuningan, menggelar aksi di kantor desa. Ini membuat kepala desa dan pamongnya mundur.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Istimewa
AKSI WARGA - Aksi warga di Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kuningan, Senin (5/1/2026). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ribuan warga melakukan aksi di depan kantor Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kuningan.

Hal ini sontak membuat halaman kantor desa menjadi lautan manusia. 

Alasan ribuan warga ini karena ada dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai penyelengara pemerintah.

Seperti transparansi tata kelola pemerintahan dan dugaan praktik korupsi.

Selain orasi yang terkemuka secara bergantian, aksi unjuk rasa pun diwarnai dengan poster besar bergambar seorang Raja memakai  mahkota didampingi wanita cantik dan kendaraan pribadi dengan tulisan "Kemewahan Kepala Desa Hasil Korupsi Dana desa".

Aksi yang berlangsung siang tadi, pun mendapat pengawasan dan penjagaan dari petugas kepolisian.

Massa juga sempat melakukan aksi bakar ban di depan Kantor Balai Desa Cihideung Hilir, Senin (5/1/2026) pukul 11.00 WIB.

Kordinaator lapangan saat aksi, Iqbal, mengatakan mereka menuntut seluruh aparat Desa Cihideung Hilir, terutama Kepala Desanya Dede Agus Sagara (DAS) untuk mundur dari jabatannya. 

"Kami menduga banyak dana desa digunakan bukan untuk kepentingan masyarakat, tetapi untuk kepentingan pribadi hingga memperkaya kepala desa sendiri, beserta aparatnya," ucap Iqbal.
 
Iqbal menilai muncul banyak keluhan warga lain dalam persoalan tidak jelasnya penggunaan Dana Desa Cihideung Hilir.

"Tidak jelas dan terbuka  soal penggunaan anggaran desa, ternyata bukan hanya persoalan administrasi. Tapi juga banyak program desa, tetapi tidak terlihat wujudnya di masyarakat," katanya.

Di tempat sama, Kepala Desa Cihideung Hilir, Dede Agus Sagara (DAS) bareng sebanyak 12 aparatnya dengan  menandatangani surat pengunduran diri.

“Kami penuhi dulu tuntutan warga. Selanjutnya ada proses, kami ikuti mekanisme, prosedur melalui DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa)," kata Kepala Desa Cihideung Hilir DAS di sela hiruk pikuk aksi tadi. 

Usai menandatangani surat pengunduran diri dari jabatan kepala desa, seluruh jajarannya juga ikut mundur. 

“Semua ikut mundur, termasuk kadus-kadusnya. Prosesnya diserahkan ke Pak Bupati dan sekarang, tuntutan warga kita penuhi supaya kondusif,” katanya. 

Terkait tuduhan penyimpangan penggunaan dana desa, DAS menjelaskan, soal itu sebenarnya sudah ada auditor Inspektorat.

"Tinggal menunggu hasilnya seperti apa. Semua ada mekanisme," ujarnya.

Baca juga: Bupati Kuningan Akan Gelar Mutasi dan Rotasi Pejabat Eselon III Selasa Besok

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved