Kakak Beradik Yatim di Indramayu Ini Hanya Tinggal Berdua di Rumah Reyot, Sekarang Kondisinya Ambruk
Ayah mereka sudah lama meninggal dunia sekitar 2 tahun lalu, sedangkan sang ibu meninggalkan keduanya setelah memilih untuk menikah lagi.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Sedangkan sang ibu pergi meninggalkan keduanya dan menikah dengan lelaki lain.
Baca juga: Belum Genap Sebulan Menikah Anak Bos Aneka Sandang Kuningan Meninggal Diduga karena Covid-19
Baca juga: Mulai Besok 120 Ribu Lansia di Kota Bandung akan Disuntik Vaksin, Ini Lansia Yang Tak Boleh Divaksin
Priya Sulistiani mengatakan, terhitung sudah 6 bulan lamanya ia tinggal bersama sang adik sejak ditinggal ibu mereka.
"Kan semenjak bapak meninggal dua tahun lalu, kemarin ibu nikah lagi, dia ikut suaminya," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di kediamannya, Kamis (25/2/2021).
Diusianya yang masih muda, Priya Sulistiani pun harus mengurus urusan rumah tangga sendirian.
Mulai dari membereskan rumah, mencuci baju, dan lain sebagainya.
Termasuk dalam mengurus adiknya yang masih duduk di kelas 2 SD.
"Kalau makan ikut sama bibi, alhamdulillah banyak yang peduli tetangga-tetangga juga," ujar Priya Sulistiani yang kini duduk di bangku kelas XII SMK.
Namun, sekarang ini, rumah yang mereka tinggali itu sudah tidak bisa ditempati lagi.
Kondisi rumah yang sudah memprihatinkan itu kini ambruk di bagian pondasi atas sebelah tengah dan belakang pada Sabtu (20/2/2021) pagi kemarin sekitar pukul 08.00 WIB.
Keduanya pun sekarang menumpang di rumah paman dan bibi mereka yang masih satu tetangga.
"Karena sudah tua, bangunan lama, kayu-kayunya juga sudah pada kropos, terus ditambah efek hujan, akhirnya salah satu kayu penopangnya itu jatuh," ujar paman mereka, Dartim (47).
Baca juga: Hati Ayah Ini Bergetar Mendengar Pengakuan Sopir Truk yang Tabrak Anaknya hingga Tewas: Saya Hancur
Baca juga: Ditutup Tahun 1970-an, Stasiun Lobener Indramayu Miliki Sisi Unik yang Tak Ada di Stasiun Lainnya
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Ujungaris, Ali Sodikin juga membenarkan kondisi yang dialami kedua anak tersebut.
Pemerintah desa turut prihatin, dalam hal ini pihaknya akan mengupayakan agar rumah mereka bisa diperbaiki melalui program rutilahu.
"Selain itu, setiap ada bantuan seperti dari Baznas pasti kita prioritaskan untuk mereka, karena memang mereka juga ditinggal orang tuanya," ujar dia.
"Tapi alhamdulillah, selain dari pemerintah desa banyak tetangga yang peduli kepada keduanya," lanjut Ali Sodikin.