Ditutup Tahun 1970-an, Stasiun Lobener Indramayu Miliki Sisi Unik yang Tak Ada di Stasiun Lainnya
Muhammad Jupri mengatakan, Stasiun Lobener Indramayu ini lalu ditutup atau dinonaktifkan sekitar tahun 1970-an.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Stasiun Lobener yang berlokasi di Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu rupanya memiliki keunikannya sendiri dibanding stasiun-stasiun lainnya.
Ketua Komunitas Cirebon Herigate, Muhammad Jupri (28) mengatakan, salah satu sisi unik dari stasiun yang sudah ditutup sekitar tahun 1970-an ini adalah lokasi jalur rel keretanya.
Rel kereta di Stasiun Lobener ini diketahui berada di muka depan stasiun, padahal pada umumnya jalur rel biasa berada di belakang stasiun.
"Sekarang sisa-sisa rel itu sudah tidak ada karena tertutup badan jalan," ujar Jupri kepada Tribuncirebon.com saat mengunjungi sisa-sisa bangunan stasiun setempat, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Mengintip Stasiun Lobener Indramayu yang Dibangun 1912 Kolonial Belanda, Kondisinya Tak Terawat
Baca juga: Minibus Terjun Bebas dari Atas Jembatan Tol Cipali KM 180, Diduga Ditabrak dari Belakang
Muhammad Jupri mengatakan, adapun dari segi bentuk bangunannya, stasiun yang satu ini memiliki kemiripan dengan stasiun tetangganya yang juga sudah non aktif.
Yakni, Stasiun Paoman yang berlokasi di bantaran Sungai Cimanuk atau pusat kota Indramayu.
Kesamaan lainnya juga terlihat di Stasiun Stasiun Kuraitaji, Stasiun Pauhkambar dan Stasiun Naras di Sumatera Barat.
Dalam pembangunannya, Muhammad Jupri mengatakan, stasiun-stasiun itu dibangun murni menggunakan material kayu jati sebagai kerangka pondasinya tanpa menggunakan besi sama sekali.
Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil riset yang dilakukan komunitasnya selama mengulik sejarah stasiun-stasiun yang kini sudah tidak aktif.
"Jadi kerangkanya semua terbuat dari kayu jadi bukan besi, kayunya itu dibuat kerangka lalu di susun dengan bata-bata dan di depannya pasti terdapat hiasan ukiran kayu khas kolonial," ucapnya.
Seperti diketahui, Stasiun Lobener menjadi salah satu stasiun non aktif yang bangunannya masih kokoh berdiri walau kondisinya kian mengkhawatirkan.
Stasiun ini dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) sebagai transportasi pengangkut penumpang, hasil bumi, dan hasil laut pada tahun 1912.
Adapun Stasiun Lobener ini pada masanya merupakan stasiun penghubung antara Jalur Rel Kereta Api Jatibarang-Indramayu.
Kini, stasiun tersebut tidak terawat, oleh masyarakat bangunannya dimanfaatkan untuk garasi mobil.
"Ini ditutup tahun 1970-an karena waktu itu transportasi kereta api kalah saing dengan angkutan lain seperti bus dan truk, apalagi jalur relnya ini menyatu dengan jalan raya," ucapnya.
Baca juga: Dua Mobil Elf Adu Banteng di Jalan Raya Sumadra Garut, Dua Sopir Terjepit Mobil Ringsek
Baca juga: Penderita Diabetes Boleh Disuntik Vaksin Covid-19, Cek Gula Darah Sebelum Vaksin demi Keselamatan