Breaking News:

Vaksinasi

Mulai Besok 120 Ribu Lansia di Kota Bandung akan Disuntik Vaksin, Ini Lansia Yang Tak Boleh Divaksin

lansia yang tidak mampu naik 10 tangga, sering kelelahan jika jalan 200 meter, memiliki penyakit jantung, kanker, asma dan nyeri sendi.

Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Ilustrasi: Jumlah vaksin yang rusak di Kabupaten Indramayu kembali bertambah, kini total ada sebanyak 47 dosis rusak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Vaksinasi bagi orang tua atau lanjut usia (lansia) akan digelar Jumat (26/2/2021) besok di Kota Bandung.

Vaksinasi Covid-19 bagi lansia ini akan digelar di 30 puskesmas Kota Bandung, Rumah Sakit Khusus Anak dan Ibu (RSKIA) dan RSUD Ujungberung.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Rosye Arosdiani di Balai Kota, Kamis (25/2).

"Lansia di Kota Bandung tercatat ada hampir 300 ribu tapi yang akan divaksin baru 120 ribu orang," ujarnya.

Baca juga: Dipakai Indonesia Vaksin Sinovac Buatan China Justru Diragukan Banyak Kalangan di Jepang Ini Katanya

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tak Boleh Disuntikkan kepada Lansia Dengan Kondisi Ini, Harus Cek Riwayat Penyakit

Rosye mengatakan, 120 ribu lansia yang terdaftar akan divaksin harus memenuhi syarat karena ada lima anamnesa yaitu lima katagori yang sering dialami lansia.

"Dari lima katagori jika mengalami tiga macam maka lansia tidak bisa divaksin walau sudah terdaftar," ujar Rosye.

Lima Anamnesa yang tidak bisa divaksin yaitu lansia yang tidak mampu naik 10 tangga, sering kelelahan jika jalan 200 meter, memiliki penyakit jantung, kanker, asma dan nyeri sendi. 

Rosye mengatakan, lansia akan mendapat vaksin dua kali tapi jangka waktunya 28 hari sedangkan usia produktif 14 hari.

Selain itu kata Rosye awalnya vaksin bagi penyitas tidak bisa divaksin, tapi kini bisa divaksin asal sudah sembuh.

Menurut Rosye, Kota  Bandung menerima vaksin gelombang dua untuk lansia 120 ribu orang sedangkan untuk layanan publik seperti TNI,  Polri,  ASN dan pedagang hanya untuk 9 ribu orang.

Baca juga: Pria di Karawang Tampar Dedi Mulyadi Dua Kali Saat Izin Bawa 2 Anaknya ke Pesantren, Ini Faktanya

Baca juga: LOKER Besar-besaran Terbaru Apotek K-24 Butuh Lulusan SMA/SMK, D3 hingga S1, Ada 6 Posisi Cek Disini

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved