Dua Desa di Majalengka Masih Terendam Banjir, Ternyata Ada Tanggul Jebol di Bagian Hulu
Dua desa di Kabupaten Majalengka hingga Selasa (9/2/2021) masih terendam banjir. Banjir itu diduga kiriman dari hulu yang debitnya tinggi
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
"Untuk rumah hampir semuanya terendam tapi kita masih asesmen jumlahnya. Sekarang masih fokus evakuasi, untuk logistik bagi warga yang mengungsi masih kita siapkan," ucapnya.
• Pernah Ribut dengan Maheer At-Thuwailibi, Nyatanya Nikita Mirzani Tetap Peduli, Ikut Berduka Cita
• Suami Istri Bos Besar Aneka Sandang Kuningan Meninggal Dunia, Adik Bilang Haji Udin Positif Covid-19
• Maheer At Thuwailibi Meninggal Dunia di Rutan Bareskrim Diduga Karena Sakit, Ini Kata Polri
Reza juga mengatakan, banjir di Desa Pangkalanpari juga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Namun, ia memastikan warga tersebut meninggal bukan karena tenggelam.
"Ada juga seorang warga yang meninggal namun itu bukan karena tenggelam, dia punya penyakit memang dan diperparah kondisi cuaca disini," jelasnya.
Banjir yang merendam Desa Pangkalanpari, kata Reza, disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Majalengka sejak hari Minggu kemarin. Kondisi ini diperparah oleh jebolnya tanggul Sungai Cimanuk.
"Tapi kita masih kroscek ke pihak terkait," ujarnya.
Kemarin, para pengungsi di posko pengungsian di Desa Pangkalanpari, juga sudah mulai mengeluh sakit. Keluhan itu kebanyakan datang dari warga berusia muda dan anak-anak. Kemarin siang belum ada tim medis yang datang ke posko tersebut.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Tris Suseno, saat dikonfirmasi di lokasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ketika para warga yang mengungsikan dengan membawa anaknya ke SDN II Pangkalanpari banyak yang mengeluh sakit. "Keluhan tadi banyak yang pusing, mual, termasuk ada juga ibu-ibu hamil," ujar Tris.
Ia mengatakan belum bisa menangani keluhan para warga tersebut. Pasalnya, hal itu Dinas Kesehatan yang memiliki kewenangan.
"Kita hanya menyiapkan dapur umum, dengan memberikan dua kuintal beras, 10 dua mie, pakaian anak-anak maupun makanan anak-anak," ujarnya.
Ada ribuan orang yang mengungsi di SD II Pangkalanpari. Mereka menggelar tikar di ruang-ruang kelas.
"Ada 4.000 jiwa yang terdampak karena seluruh desa terendam dari tadi malam berangsur-angsur kita evakuasi keluar dan hari ini kita buka posko pengungsian," ujar Reza.