Dua Desa di Majalengka Masih Terendam Banjir, Ternyata Ada Tanggul Jebol di Bagian Hulu
Dua desa di Kabupaten Majalengka hingga Selasa (9/2/2021) masih terendam banjir. Banjir itu diduga kiriman dari hulu yang debitnya tinggi
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Sebelumnya, jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, banjir paling tinggi hanya sekitar 1 meter saja.
"Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa. Namun, banyak barang milik warga terendam, seperti pakaian, tempat tidur maupun barang lainnya," ucapnya.
Masih disampaikan dia, dampak bencana banjir juga membuat 11 rumah warga lainnya terancam.
Apalagi, jika hujan intensitas tinggi kembali terjadi.
"Semoga tidak terjadi bencana susulan," jelas dia.
Sementara, pemilik salah satu rumah yang ambruk, Maman (49) menyatakan bangunan rumah tersebut merupakan kos-kosan yang disewakan untuk masyarakat.
Ada dua buah kamar tidur dan dua kamar mandi yang berada di bibir sungai ambruk diterjang banjir.
"Ya untungnya kosong atau sedang tidak ada penghuninya. Sebenarnya sebelum kejadian, bangunan ini juga sudah mulai ada pergerakan," kata warga Blok Anjun tersebut.

Ribuan Rumah Terendam
Sejumlah ruang Sekolah Dasar (SD) II Pangkalanpari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka dijadikan tempat pengungsian korban banjir. Sekolah tersebut ditempati ribuan warga desa setempat akibat banjir yang terjadi sejak Senin (8/2) dini hari.
Tim gabungan dari BPBD, Basrnas, Satpol PP, TNI-Polri yang dibantu masyarakat setempat melakukan evakuasi untuk menyelamatkan warga yang terjebak di rumahnya. Hingga sore penyisiran masih dilakukan.
Ditemui di lokasi, Kasi Kedaruratan BPBD Majalengka, Reza Permana, mengatakan ada 4.000 warga yang terdampak banjir dengan ketinggian rata-rata 1 meter.
"Ada 4.000 jiwa yang terdampak karena seluruh desa terendam dari tadi malam berangsur-angsur kita evakuasi keluar dan hari ini kita buka posko pengungsian," ujar Reza.
Menurutnya, sudah ratusan warga yang berhasil dievakuasi keluar dari jebakan banjir.
Warga yang dievakuasi kemudian ditempatkan di posko pengungsian yang berada di SDN II Pangkalanpari.