Virus Corona Indramayu

Jalan Tikus Menuju Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Ditutup, Ponpes Al-Multazam Terancam Terpapar

Agus menyebutkan, kluster Husnul Khotimah ini berada di radius objek wisata pemandian Cibulan dan lembaga pendidikan Al-Multazam.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
Petugas Damkar Kuningan semprot cairan disinfektan di lingkungan Ponpes Husnul Khotimah dan Pool PO Luragung 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah jalan 'tikus' sekaligus akses utama menuju Ponpes Husnul Khotimah, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, ditutup total.

Hal itu upaya menghindari sebaran virus corona dari kluster Ponpes Husnul Khotimah.

"Untuk akses ke Ponpes Husnul Khotimah itu digerbang utama yang berada di Desa Sumbawa," kata Juru Bicara Satgas Covid19 Kuningan, Agus Mauludin saat ditemui di Tim Crisis Centre Covid19, komplek Kantor Bupati Kuningan, Senin (28/9/2020).

Agus menyebutkan, kluster Husnul Khotimah ini berada di radius objek wisata pemandian Cibulan dan lembaga pendidikan Al-Multazam.

"Selain hanya akses utama yang dibuka, jalan ke Husnul Khotimah dari Desa Manis dan kawasan objek wisata, kita perketat dan di tutup dan kuncinya ada di petugas kami," ungkapnya.

Mengenai perkembangan, kata dia, hingga kini belum ada lonjakan peningatan jumlah.

"Namun setiap harinya, laporan masuk dan kita update terus," katanya.

Sementara itu, data Covid-19 Kuningan merilis ada sebanyak 266 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Disertai dengan jumlah Discarded sebanyak 159 orang dan masih melakukan  karantina ada 97 orang serta jumlah orang meninggal ada 10 orang, mereka dari laki-laki ada 165 orang dan perempuan sebanyak 101 orang," katanya.

Mengenai kasus kontak erat menyebutkan total sebanyak 765 orang dan Discarded ada 685 orang serta masih karantina ada sebanyak 80 orang.

Santri Husnul Khotimah yang Kena Virus Corona Bertambah, Ponpes Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Bupati Kuningan Minta KBM Ponpes Husnul Khotimah Dihentikan dan Santri yang Sehat Dipulangkan

"Kasus kontak erat dari Laki-laki  ada 379 orang dan Perempuan  386 orang," katanya.

Terpisah Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi mengatakan, pihaknya ikut serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap lingkungan di masyarakat.

"Kami komitmen melakukan dekontanminasi lingkungan, hingga sekarang penyemprotan dilakukan di Ponpes dan di Pool di PO Luragung," katanya. (*)

Total 56 Santri Positif Covid-19
Mulai membaikanya dua desa yang menjadi klaster baru Covid-19 di Kuningan, kini muncul klaster di lingkungan Pondok pesantren terbesar di Kuningan yakni Ponpes Husnul Khotimah, di Desa maniskidul, Kecamatan Jalaksana.
“Total santri Pondok Pesanren Husnul Khotimah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 56 santri. Angka itu muncul dalam pendataan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kuningan,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin, Jum’at (25/9/2020).
Dalam data update Tim Crisis Centre Covid-19 Kuningan menyebutkan sebanyak 213 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan rincian sebagai berikut. 

 Profil Ponpes Husnul Khotimah di Kuningan, Berawal dari Obrolan Santai untuk Membangun Kota Santri

 Bupati Kuningan Minta KBM Ponpes Husnul Khotimah Dihentikan dan Santri yang Sehat Dipulangkan

“Dalam kasus terkonfirmasi dari total sebanyak 213 orang, untuk kategori discarded ada sebanyak 158 orang dan masih karantina sebanyak 46 orang serta jumlah yang meninggal ada sebanyak 9 orang,” ujarnya.
Mengenai jumlah peningkatan tidak signifikan dari jumlah terkonfrimasi sebelumnya sebanyak 202, Agus mengatakan, total terkonfirmasi yang masuk pendataan di Tim Crisic Centre tersebut.
“Sebab ini merupakan hanya warga Kuningan. Jadi, total terkonfirmasi klaster Ponpes Hunsul Khotimah tidak masuk semua pendataan, melainkan mereka masuk data berdasar kartu identitas masing–masing daerah,” katanya.
Intinya, kata Agus, semua santri yang terpapar Covid-19 itu tidak semua warga Kuningan. 
“Melainkan mereka yang terpapar itu ada warga dengan KTP Kalimantan, Riau, Pelembang dan banyak daerah lainnya lagi,” ungkapnya.
Tindakan dekontaminasi Ponpes, kata Agus, tentu sudah dilakukan oleh manajamen lembaga pendidikan tersebut.
“Seperti melakukan penyemprotan cairan disinfektan memang mandiri dan sekarang sudah lakukan karantina juga,” ungkap Agus lagi.
Ponpes Husnul Khotimah di Jalaksana Kuningan.
Ponpes Husnul Khotimah di Jalaksana Kuningan. (husnulkhotimah.sch.id)
Menyinggung soal klaster dua desa di Kecamatan Cigandamekar, kata Agus, hingga saat ini laporan masuk dari dua desa tersebut.
“Sudah mengalami perubahan dan membaik, kemudian pemerintah desanya pun tanggungjawab terhadap bentuk dan kegiatan aktivitas warga klaster tersebut,” katanya. (*)
Bupati Minta Santri Dipulangkan
Muncul Klaster Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, kontan membuat Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengaku terkejut dan menyebut bahwa klaster ponpes bukanlah hal yang kecil.
“Barusan kami rapat dengan satgas percepatan penanganan Covid-19, paska munculnya klaster ponpes tersebut,” ungkap Acep seusai agenda rapat di salah satu ruangan rumah dinasnya, Komplek Kantor Bupati Kuningan Jalan Siliwangi, Kamis (24/09/2020) malam.
Kepada pihak ponpes, kata dia, atas nama pemerintah meminta agar segera melakukan langkah-langkah konkrit.
“Dengan mulai mengisolasi para santri yang diketahui terpapar Covid-19 di tempat isolasi yang baik dan sesuai standar penanganan,” katanya.
Tidak hanya itu, masih kata Acep, pemerintah juga menyediakan rumah sakit termasuk Instalasi Darurat Covid-19 RSUD 45 (eks RSCI).
 “Jika ingin digunakan untuk isolasi para santri yang terdeteksi positif Covid-19, silakan tinggal lakukan prosedurnya," katanya.
Di samping itu, untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di lingkungan pesantren itu bisa dihentikan sementara. 
“Bahkan untuk para santri yang sehat, bupati berharap agar bisa dipulangkan ke rumah dulu,” katanya.
Hal ini, kata Acep, bisa dengan cara dijemput orangtua santri agar bisa pulang ke rumah di daerah masing-masing daripada santri tersebut.
“Penghentian pembelajaran tatap muka di pondok pesantren, juga diberlakukan pada pondok-pondok pesantren lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan,” katanya.
Penanganan secara mendalam, kata Acep sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kuningan, akan melakukan deteksi dan tracing terhadap kontak santri dengan lingkungan luar pesantren. 
“Seperti aktivitas santri jajan di warung, catering, dan laundry. Munculnya klaster ini sesuatu yang mengkagetkan kami dan tidak bisa dianggap biasa, tapi luar biasa, dengan jumlah yang terpapar cukup banyak," ujarnya.
Munculnya klaster ini, kata Acep, level kewaspadaan Kuningan akan meningkat, namun belum masuk otomatis menjadi zona merah.
"Yang jelas setiap ada peningkatan kasus positif, kita tidak menutup-nutupi dan langsung dilaporkan ke Pak Gubernur. Juga kepada pihak GTPP Provinsi dan pusat,”ujarnya.
Acep meminta semua pihak bisa memahami dan memaklumi karena jika pandemi ini dianggap biasa tanpa penanganan serius, akan lebih besar kerugiannya.
"Tolong himbauan 3M, menggunkan masker, menjaga jarak termasuk menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, terus jangan keluar rumah kalau tidak penting – penting sekali,” ungkapnya. 

Kronologis Terpaparnya 46 Santri

Sebanyak 46 santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang terpapar Covid-19, kontan membuat lembaga pesantren melakukan evakuaasi dan langkah strategis dalam penanganan terhadap santri teronfirmasi positif tersebut.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Yayasan Husnul Khotimah, KH Mu’tamad LC dalam keterangan pers yang dikeluarkan Lembaga Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jum’at (25/9/2020).

Menurutnya, pihak Pontren kini sedang melakukan upaya penanganan yang terbaik untuk para warga pesantren agar kembali sehat.

"Langkah-langkah yang kami lakukan itu mendisiplinkan protokol kesehatan 3 M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak)," ungkapnya KH Mu'tamad.

Tindakan lain yang dilakukan, kata dia, upaya untuk memisahkan santri yang terindikasi gejala Covid-19 pun dilakukan melalui karantina dan dengan menambahkan menu makanan/suplemen untuk meningkatkan imunitas pada santri.

"Kami juga melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan tim satgas covid Kabupaten untuk penanganan Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah," katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, muncul klaster ini langsung memberitahukan kepada para orangtua santri agar tetap tenang dan memperbanyak doa.

“Karena saat ini pihak pesantren sedang melakukan penanganan yang terbaik dalam pencegahan wabah Covid-19 tersebut,” ujarnya.

 Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Ditutup dan Lakukan Karantina Lokal Setelah Jadi Klaster Baru

 Soal Klaster Ponpes Khusnul Hotimah, Ketua DPRD Kuningan: Harus Segera Tracing & Memutus Mata Rantai

Sejak penerimaan kedatangan santri baru, imbuh dia, lembaga Pontren Husnul Khotimah hingga saat ini, selalu mengedepankan persyaratan protokol kesehatan berkaitan dengan penanganan pandemi. 

"Seperti pada saat kedatangan santri gelombang ke-1 (tanggal 1-2 Agustus 2020) kami mensyaratkan Rapid Test. Hasilnya dari 702 santri yang datang, 700 santri non-reaktif dan 2 santri reaktif,santri tersebut dipulangkan dan dilakukan tes SWAB di rumah masing-masing," ujarnya.

Kemudian, lembaga ponntren pun melakukan tes swab kepada 150 orang pegawai dan hasilnya semua negatif.

“Begitu pun saat kedatangan santri gelombang ke-2 (tanggal 29-30 Agustus 2020), juga dilakukan test PCR di Pondok Pesantren Husnul Khotimah terhadap 1.350 santri yang datang,” katanya.

Untuk hasilnya sebanyak 7 orang santri dinyatakan positif dan dilakukan isolasi mandiri.

“Setelah 14 hari dilakukan tes swab ulang. Alhamdulillah hasilnya negatif," sebutnya.

Lalu, pada saat kedatangan santri gelombang ke-3 (tanggal 12-13 September 2020), pihak Pontren melakukan test PCR di pondok terhadap 1.200 santri yang datang.

“Hasilnya 3 orang santri positif, dan dilakukan isolasi mandiri. Setelah 14 hari kami melakukan tes swab ulang, Alhamdulillah hasilnya negatif," ungkapnya.

 Ramalan Zodiak Jumat 25 September 2020: Sagitarius Semangat dan Optimis, Libra Inginkan Perubahan

 Chat di WA Pakai Kalimat Kasar dan Menyakiti Hati, Dony Mulyana Kurnia Terancam Pidana 6 Tahun

Kemudian, ketika mulai tanggal 12-24 September 2020, sebagian santri mengalami batuk, flu dan panas.

“Dalam penanganan kepada mereka yang mengalami sakit itu dilakukan test swab dengan hasil terkonfirmasi positif sejumlah 46 santri, saat ini dalam proses isolasi mandiri,” ujarnya. 

Ditutup dan Karantina Lokal

Adanya klaster Ponpes Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana kontan mendapat perhatian petugas GTPP (Gugus Tugas Penangan Percepatan,red) Covid-19 Kuningan.

"Iya untuk sementara waktu lingkungan ponpes ditutup dan tidak boleh melakukan aktivitas keluar masuk atau karantina mandiri," kata Camat Jalaksna Toni Kusmanto saat menyampaikan kepada awal media melalui sambungan selulernya, Kamis (24/9/2020).

Camat yang juga mantan Kabag Kesra Setda Kuningan mengaku sudah melakukan kunjungan ke lokasi Ponpes tadi.

 Soal Klaster Ponpes Khusnul Hotimah, Ketua DPRD Kuningan: Harus Segera Tracing & Memutus Mata Rantai

 BREAKING NEWS: Puluhan Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Terinfeksi Virus Corona

"Kami tadi bareng Muspika ke sana dan memastikan berapa yang terpapar dan melakukan edukasi soal pencegahan penyebaran berikutnya melalui tracing medis," katanya.

Toni mengatakan, Ponpes Husnul Khotimah adalah Klaster pertama yang muncul di kawasan administratif Kecamatan Jalaksana.

"Ponpes merupakan klaster baru dan pertama dalam masa Pandemi Covid-19," ujarnya.

Mengenai penjelasan lebih rinci, kata dia, kasus ini akan disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan.

"Besok Pak Bupati akan sampaikan juga kepada media," katanya.

Muncul klaster Ponpes, kata dia, pemerintah tingkat kecamatan terus melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya Covid-19.

"Iya, melalui Gerakan Bersama Lawan Covid19, kami bareng Kapolsek, Danramil serta pejabat tingkat kecamatan, gencar lakukan edukasi dan terus mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan dan tetap gunakan masker," ungkapnya.

 Warga Tolak Jenazah Yatno Karena Masa Lalunya: Anggap yang Mati Sapi Bukan Orang

 Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Hindari Bertemu Teman Selepas Kerja, Jangan Nongkrong Dulu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kunungan, Hj Susi Lusiyanti pun sama mengatakan bahwa kasus ini akan disampaikan Bupati.

"Iya kang, ini lagi rapat. Rilis resmi besok Pak Bupati sampaikan," ujar Susi saat dikonfirmasi via ponselnya.

 
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved