Virus Corona di Kuningan

Santri Husnul Khotimah yang Kena Virus Corona Bertambah, Ponpes Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Ini update Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan. Santri yang terpapar bertambah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Fauzie Pradita Abbas
husnulkhotimah.sch.id
Ponpes Husnul Khotimah di Jalaksana Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Mulai membaikanya dua desa yang menjadi Klaster Covid-19, kini muncul klaster di lingkungan Pondok pesantren terbesar di Kuningan yakni Pondok Pesantren Husnul Khotimah, di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana.

“Total santri Pondok Pesanren Husnul Khotimah yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 56 santri. Angka itu muncul dalam pendataan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kuningan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin, Jumat (25/9/2020).

Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 46 santri.

Dalam data update Tim Crisis Centre Covid-19 Kuningan kemari mengungkap ada 213 kasus positif secara total.

Menurut Agus, tak semua santri Ponpes Husnul Khotimah yang terpapar Covid-19 warga Kuningan.

“Melainkan mereka yang terpapar itu ada warga dengan KTP Kalimantan, Riau, Pelembang, dan banyak daerah lainnya lagi,” ujarnya.

Tindakan dekontaminasi ponpes, kata Agus, tentu sudah dilakukan oleh manajamen lembaga pendidikan tersebut.

“Seperti melakukan penyemprotan cairan disinfektan memang mandiri dan sekarang sudah lakukan karantina juga,” ucap Agus lagi.

Suasana Pondok Pesantren Husnul Khotimah dilakukan pengawasan secara ketat dan pemeriksaan kesehatan.

"Terutama kepada pengurus lain yang masuk ke pondok ini," ucap Sanwani, Petugas Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Jumat (25/9/2020).

Pantauan di lokasi, pengurus lain yang masuk lingkungan pesantren itu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

"Iya, mereka yang datang, harus bersih mulai cuci tangan, penyemprotan caiaran disinfektan di tempat yang tersedia, dan pengecekan suhu badan," ucapnya.

Menyinggung soal santri terkonfirmasi positif, kata Sanwani, gejala santri terpapar itu mulai mual, pening, dan mati rasa.

"Mati rasa itu, tidak bisa merasa pahit, manis, atau asin, kayak gitu," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved