Senin, 4 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Kuningan Hari Ini

Gejolak Desa Cihideung Hilir: Demo Warga Berujung Kades Mundur, DPMD Kuningan Buka Suara

Aksi unjuk rasa warga Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kuningan, berujung pada pengunduran diri kepala desa dan seluruh perangkat desa.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Istimewa
AKSI WARGA - Aksi warga di Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kuningan, Senin (5/1/2026). 
Ringkasan Berita:1. Aksi unjuk rasa warga Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kuningan, berujung pada pengunduran diri kepala desa dan seluruh perangkat desa.
2. Meski demikian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal sambil menunggu proses administratif dari Bupati.
3. Kepala DPMD Kuningan menyatakan stabilitas pemerintahan Desa Cihideung Hilir tetap terjaga usai demo warga yang menuntut kepala desa dan pamong desa mundur.

Laporan Kontributor Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM- Aksi demonstrasi warga di Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, berujung pada keputusan kepala desa beserta perangkatnya untuk melepaskan jabatan.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, H. Budi Alimudin.

Usai meninjau langsung kondisi desa, Budi memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan, meskipun terdapat pengunduran diri kepala desa dan pamong desa, stabilitas pemerintahan tetap dijaga sambil menunggu proses administratif resmi.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam di Tasikmalaya dan Sumedang Hari Ini Kembali Melonjak Jadi Segini

Menurutnya, selama belum terbit keputusan pemberhentian dari Bupati Kuningan, kepala desa dan perangkatnya masih menjalankan tugas serta menerima hak sesuai ketentuan. Hal tersebut dilakukan agar pelayanan publik tidak terganggu.

Budi juga menyampaikan pesan Bupati Kuningan agar pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) segera melaksanakan musyawarah desa untuk menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026. Langkah ini dinilai penting agar program pembangunan desa tidak mengalami keterlambatan.

Menindaklanjuti aspirasi warga, Budi menyebutkan bahwa Bupati telah menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Kuningan untuk melakukan audit terhadap pengelolaan pemerintahan Desa Cihideung Hilir. Audit tersebut dilakukan sebagai bagian dari klarifikasi atas tuntutan masyarakat terkait dugaan penyimpangan.

Baca juga: Bukan Gundul Seperti di Google Maps, Ini Fakta Bukit Cityland Sumber yang Dituding Biang Banjir

Sebelumnya, ribuan warga dari berbagai kalangan menggelar aksi di depan Kantor Desa Cihideung Hilir. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan penyalahgunaan wewenang, kurangnya transparansi pengelolaan anggaran, serta dugaan praktik korupsi dana desa.

Dalam aksi itu, massa membawa poster bernada kritik, salah satunya bergambar simbol kemewahan kepala desa yang dikaitkan dengan dugaan korupsi dana desa. Aksi juga diwarnai pembakaran ban bekas dan mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam di Tasikmalaya dan Sumedang Hari Ini Kembali Melonjak Jadi Segini

Koordinator lapangan aksi, Iqbal, menyampaikan tuntutan agar seluruh aparatur Desa Cihideung Hilir, khususnya kepala desa Dede Agus Sagara, mundur dari jabatannya. Ia menilai penggunaan dana desa tidak transparan dan banyak program yang tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Dede Agus Sagara bersama 12 aparat desa menandatangani surat pengunduran diri. Ia menyatakan keputusan itu diambil demi menjaga kondusivitas desa, sementara proses selanjutnya diserahkan kepada mekanisme dan prosedur yang berlaku melalui pemerintah daerah.

Baca juga: Bukan Gundul Seperti di Google Maps, Ini Fakta Bukit Cityland Sumber yang Dituding Biang Banjir

Terkait dugaan penyimpangan dana desa, Dede Agus menyebutkan bahwa Inspektorat telah melakukan pemeriksaan dan pihaknya tinggal menunggu hasil audit resmi sesuai mekanisme yang berlaku.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved