Santri Husnul Khotimah Kena Corona

Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Ditutup dan Lakukan Karantina Lokal Setelah Jadi Klaster Baru

Camat yang juga mantan Kabag Kesra Setda Kuningan mengaku sudah melakukan kunjungan ke lokasi Ponpes tadi.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
husnulkhotimah.sch.id
Ponpes Husnul Khotimah di Jalaksana Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Adanya klaster Ponpes Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana kontan mendapat perhatian petugas GTPP (Gugus Tugas Penangan Percepatan,red) Covid-19 Kuningan.

"Iya untuk sementara waktu lingkungan ponpes ditutup dan tidak boleh melakukan aktivitas keluar masuk atau karantina mandiri," kata Camat Jalaksna Toni Kusmanto saat menyampaikan kepada awal media melalui sambungan selulernya, Kamis (24/9/2020).

Camat yang juga mantan Kabag Kesra Setda Kuningan mengaku sudah melakukan kunjungan ke lokasi Ponpes tadi.

Soal Klaster Ponpes Khusnul Hotimah, Ketua DPRD Kuningan: Harus Segera Tracing & Memutus Mata Rantai

BREAKING NEWS: Puluhan Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Terinfeksi Virus Corona

"Kami tadi bareng Muspika ke sana dan memastikan berapa yang terpapar dan melakukan edukasi soal pencegahan penyebaran berikutnya melalui tracing medis," katanya.

Toni mengatakan, Ponpes Husnul Khotimah adalah Klaster pertama yang muncul di kawasan administratif Kecamatan Jalaksana.

"Ponpes merupakan klaster baru dan pertama dalam masa Pandemi Covid-19," ujarnya.

Mengenai penjelasan lebih rinci, kata dia, kasus ini akan disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan.

"Besok Pak Bupati akan sampaikan juga kepada media," katanya.

Muncul klaster Ponpes, kata dia, pemerintah tingkat kecamatan terus melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya Covid-19.

"Iya, melalui Gerakan Bersama Lawan Covid19, kami bareng Kapolsek, Danramil serta pejabat tingkat kecamatan, gencar lakukan edukasi dan terus mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan dan tetap gunakan masker," ungkapnya.

Warga Tolak Jenazah Yatno Karena Masa Lalunya: Anggap yang Mati Sapi Bukan Orang

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Hindari Bertemu Teman Selepas Kerja, Jangan Nongkrong Dulu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kunungan, Hj Susi Lusiyanti pun sama mengatakan bahwa kasus ini akan disampaikan Bupati.

"Iya kang, ini lagi rapat. Rilis resmi besok Pak Bupati sampaikan," ujar Susi saat dikonfirmasi via ponselnya.

Tracing dan Putus Mata Rantai0

Muncul klaster Pondok Pesantren Khusnul Hotimah, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy mengatakan bahwa Gugus Tim Penanganan Percepatan Covid-19 harus turun langsung melakukan pendataan.

"Selama ini petugas Covid di daerah mobile dalam penanganan kasus dan penyebaran virus corona. Sebab hingga saat ini belum ditemukan obatnya," ungkap Zul sapaan akrab saat tadi ditemui di DPRD Kuningan, Kamis (24/9/2020).

Langkah standar protokol kesehatan, kata dia, dalam lingkungan yang terjadi klaster.



"Sudah pasti dilakukan tracing dalam pemutusan mata rantai penyebaran virus corona tersebut," katanya.

Sementara itu, Dandim 0616/Kuningan CZI Karter Joyi Lumi saat dihubungi mengatakan, pihaknya tetap memberi semangat kepada anggotanya.
Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved