Pilkada Serentak 2020

Gerindra Umumkan 5 Pasangan Calon Bupati dan Walikota, Ada Lucky Hakim untuk Pilkada Indramayu

Di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Partai Gerindra berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung pasangan Pradi Supriatna-Afifah Aliyah.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/ M Syarif Abdussalam
Di Pilbup Kabupaten Indramayu, PDIP berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Nasdem, mengusung Nina Agustina Da'i Bachtiar dan Lucky Hakim. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPD Partai Gerindra Jawa Barat mengumumkan lima pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati serta bakal calon wali kota dan wakil wali kota di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Jawa Barat.

Di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Depok, Partai Gerindra berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung pasangan Pradi Supriatna-Afifah Aliyah.

Di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Bandung, terbentuk koalisi Partai Golkar dan Partai Gerindra, mengusung pasangan Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi.

Di Pilbup Kabupaten Pangandaran, koalisi yang terbentuk adalah PDIP dengan Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Perindo, mengusung Jeje Wiradinata-Ujang Sendin Indrawan.

Di Pilbup Kabupaten Karawang, PKB berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung Ahmad Zamakhsyari dan Yusni Rinzani.

Di Pilbup Kabupaten Indramayu, PDIP berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Nasdem, mengusung Nina Agustina Da'i Bachtiar dan Lucky Hakim.

Sedangkan pengusungan atau pendukungan yang masih berproses adalah untuk Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Sukabumi.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Brigjen TNI (purn) Taufik Hidayat, mengatakan kelima pasangan yang diusung partainya tersebut sudah menyatakan siap memenangi pilbup atau pilwalkot di daerahnya masing-masing.

Bakal Cawabup Indramayu Lucky Hakim: Artis Juga Berhak Mengabdikan Diri Kepada Bangsa dan Negara

Sirojudin Yakin Nina Agustina Dai Bachtiar-Lucky Hakim Menangi Pilkada Indramayu 2020

"Saya sudah bertanya kepada mereka, masing-masing calon kalau kalau tidak siap menang, jangan mencalonkan. Alhamdulillah, mereka optimis semua. Untuk bisa optimistis ini tidak gampang, karena harus mewakafkan dirinya, untuk jadi pemimpin," kata Taufik seusai acara Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Gerindra untuk Calon Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota di Jawa Barat, di Hotel Horison, Kota Bandung, Minggu (30/8).

Taufik dalam acara itu merasa bangga kepada para kontestan yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Kepada para kandidat pilbup dan pilwalkot ini, Taufik berpesan bahwa tidak mudah menjadi seorang pemimpin.

"Kami semua bangga kepada para kesatria ini untuk mengabdikan dirinya bagi rakyat, negara dan bangsa. Jadi pemimpin itu berat, karena harus mengemban amanah dari rakyat, dan amanah ini harus dipertanggung-jawabkan di dunia dan akhirat," katanya.

Ketua DPRD Jabar itu lantas meminta kepada para bakal calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra untuk serius dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat rakyat.

Taufik menyampaikan terima kasih kepada para panitia yang telah menyeleksi dengan ketat kesatria-kesatria dan srikandi-srikandi yang nantinya diterjunkan di arena kontestasi Pilkada Serentak 2020.

"Untuk itu, sekali lagi saya meminta kepada para kesatria-kesatria ini agar jadilah pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Selamat berjuang, saya yakin semua kontestan punya semangat mengabdi, bukan diabdi," kata Taufik.

Ramalan Zodiak Besok, 31 Agustus 2020: Taurus Menyesal karena Emosi, Gemini Tabungan Mulai Menipis

Kronologis Oknum Guru Honorer Cabuli Siswinya hingga 30 Kali di Hotel dan Disekap 20 Hari

Taufik mengatakan partainya akan terus mengawal para pasangan ini, baik di masa pencalonan, maupun di masa setelah pemilihan yakni saat menjadi kepala daerah.

Pihaknya tidak akan membeda-bedakan upaya pemenangan kepada para pasangan yang diusungnya ini.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Taufik meminta semua pasangan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Terutama, katanya, dalam berkampanye.

Yakni dengan lebih memanfaatkan teknologi informasi daripada membuat kerumunan.

Figur Publik

 Majunya sejumlah sosok publik figur untuk menjadi kepala daerah, kerapkali dipandang sebelah mata dan dianggap hanya sebagai pemanis belaka, guna meraup perolehan suara masyarakat sebagai pemilik hak pilih dalam ajang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kini kondisi tersebut, kembali terulang dalam Pilkada 2020 Jawa Barat. Saat ini terdapat empat artis peran dan seorang atlet sepakbola yang akan bertarung menjadi wakil bupati di tiga kabupaten penyelenggara Pilkada 2020 ,yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Karawang.

Menanggapi hal tersebut, bakal calon wakil bupati Indramayu, Lucky Hakim tidak memungkiri masih adanya persepsi tersebut, di benak masyarakat terhadap sosok calon kepala daerah berlatarbelakang profesi sebagai artis sekaligus politisi, karena melihat rekam jejak popularitasnya.

Namun demikian menurutnya, bukan berarti sosok artis tidak boleh memiliki keinginan untuk dapat mengabdi dan berkontribusi bagi bangsa, negara dan masyarakat yang akan dipimpinnya kelak.

"Memang benar penilaian sebagian masyarakat masih ada yang melihat seseorang berprofesi artis bukan sosok yang tepat untuk menjadi calon kepala daerah, tapi bukankah dalam amanat Undang-undang 1945 menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak untuk mengabdikan dirinya menjadi bangsa dan negara juga menjadi pelayanan bagi masyarakat yang dipimpinnya," ujarnya usai kegiatan pengumuman calon kepala daerah tingkat dua PDI Perjuangan gelombang IV di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jumat (28/8/2020).

Selain itu menurutnya, jangan dikarenakan rekam jejak dan popularitas dari beberapa sosok artis sebelumnya yang kemudian berhasil menjadi kepala daerah, namun ternyata kinerjanya tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat, maka seluruh artis dianggap sama atau dipukul rata.

Sebab, setiap individu apapun latarbelakang profesinya memiliki kemampuan dan kualitas yang berbeda-beda dimana pun ditempatkan, termasuk sebagai kepala daerah.

"Jadi jangan dipukul rata karena melihat kinerja masa lalu dari sosok kepala daerah berlatarbelakang artis yang seandainya belum mampu atau tidak berkenan dengan keinginan masyarakat. Maka saya rasa, kembali ke individu sosoknya masing-masing dari calon kepala daerah yang sebelumnya merupakan artis. Apalagi di belahan dunia manapun termasuk di Indonesia, sudah banyak sosok pemimpin yang berawal karir sebagai artis dan ternyata mampu menjadi pemimpin yang ideal dan dicintai rakyatnya, sebut saja seperti Pak Rano Karno, Deddy Mizwar, dan lainnya," ucapnya.

 Terus Bertambah, Kasus Pasien Terkonfrimasi Covid-19 di Kota Sukabumi Menjadi 123 Orang

 Ridwan Kamil Rasakan Lapar dan Ngantuk yang Tak Biasa Seusai Disuntik Vaksin Covid-19

 Cara Mengecek Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta dari Pemerintah: Dapat SMS dari Bank Penyalur

Lucky menjelaskan, bagaimana pun popularitas sebagai seorang publik figur merupakan bagian modal dari setengah perjalanan sebelum keterpilihan menjadi kepala daerah, karena masyarakat harus mengenal siapa calon pemimpinnya.

Namun, ia mengingatkan masih ada setengah perjalanan sisanya yang perlu diraih dengan upaya dan kerja keras, yaitu elektabilitas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved