Jumat, 22 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Banjir di Palutungan Kuningan

Viral Banjir Wisata Palutungan Kuningan, Kades Cisantana Bocorkan Penyebab Utamanya

Video banjir di jalur wisata Palutungan, Desa Cisantana, Kuningan viral di media sosial karena menyebabkan kerusakan jalan dan bangunan

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Tribun Cirebon/TribunCirebon.com/ Ahmad Ripai
Viral Banjir Palutungan Kuningan, Kades Cisantana Bocorkan Penyebab Utamanya 
Ringkasan Berita:
  • Banjir di jalur wisata Palutungan, Kuningan, terjadi akibat drainase tak mampu menampung aliran air dari permukiman, bukan karena aktivitas wisata.
  • Video banjir di kawasan Palutungan, Kuningan, viral di media sosial. Kepala Desa menyebut penyebabnya adalah luapan air dari permukiman yang masuk ke drainase sempit dan dangkal. 
  • Genangan sempat mengganggu lalu lintas, namun tidak merendam rumah warga.

Laporan Kontributor Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM- Video banjir di jalur wisata Palutungan, Desa Cisantana, Kuningan viral di media sosial karena menyebabkan kerusakan jalan dan bangunan saat hujan deras.

Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno, menjelaskan banjir tersebut bukan disebabkan aktivitas wisata, melainkan luapan air dari permukiman warga yang masuk ke saluran drainase yang kapasitasnya sudah tidak memadai.

“Kalau dari wisata tidak ada kaitannya. Ini lebih cenderung karena aliran dari permukiman yang semuanya masuk ke drainase existing,” ujarnya, senin (18/5/2026).

Baca juga: Edukasi Penyembelihan Halal, Universitas Muhammadiyah Kuningan Libatkan DKM hingga Praktisi

Ia menyebut aliran air berasal dari berbagai titik, mulai dari sekitar masjid hingga jalur menuju Ipukan, yang seluruhnya bermuara ke drainase di sepanjang jalan wisata Palutungan. Saat hujan deras, saluran yang sempit dan dangkal tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke jalan.

Ano menambahkan genangan terjadi di sejumlah titik, seperti kawasan Arunika hingga pertigaan Blok Kubang, meski tidak sampai merendam rumah warga.

“Meski sempat menghambat arus kendaraan, tapi kami memastikan tidak ada rumah warga yang terdampak banjir,” katanya.

Baca juga: Edukasi Penyembelihan Halal, Universitas Muhammadiyah Kuningan Libatkan DKM hingga Praktisi

Selain itu, ia menyoroti kurangnya fasilitas resapan air seperti sumur resapan dan biopori di lingkungan warga. Akibatnya, air hujan dari atap rumah langsung mengalir ke drainase dan memperberat beban saluran.

“Run off air hujan dari atap rumah semuanya masuk ke drainase. Akhirnya beban saluran semakin besar dan tidak mampu menampung,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kawasan wisata seperti Buper Ipukan dan Sukageuri masih memiliki area resapan yang baik sehingga bukan menjadi penyebab utama banjir.

Baca juga: Edukasi Penyembelihan Halal, Universitas Muhammadiyah Kuningan Libatkan DKM hingga Praktisi

Pemerintah desa telah melaporkan persoalan ini ke pihak kecamatan hingga pemerintah daerah agar dilakukan penanganan jangka panjang, terutama perbaikan drainase.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan akan meninjau langsung lokasi sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 


 
 
 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved