Kekeringan di Indramayu

Krisis Air Bersih Masih Dialami Warga Desa Tanjakan Indramayu, Warga Kerepotan dan Harus Beli Air

Warga di Desa Tanjakan, Krangkeng, Indramayu masih mengalami krisis air bersih.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Warga di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Indramayu saat mengantre air bersih, Selasa (17/10/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Krisis air bersih masih dirasakan warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu

Warga terpaksa membeli demi bisa mendapatkan air bersih.

Satu jeriken air bersih dihargai Rp 2 ribu. Rata rata per hari warga menghabiskan 10 jeriken air. 

Alhasil, warga harus merogok kocek Rp 20 ribu rupiah per hari hanya untuk air.

Kondisi ini sudah dialami warga Desa Tanjakan sejak tiga bulan terakhir.

"Repot Pak, kalau sekarang mau air bersih harus beli, sehari Rp 10-20 ribu dikalikan sebulan, lumayan," ujar salah seorang warga, Risem (50) kepada Tribuncirebon.com, Selasa (17/10/2023).

Risem mengatakan, warga di Desa Tanjakan mayoritas mengandalkan sumur bor.

Namun, karena dampak el nino, semua sumur warga mengering.

Tak ada yang bisa diandalkan dari sumur tersebut, air sudah tidak ada yang menetes.

"Mau enggak mau harus diirit-irit. Kalau di sini enggak ada yang pakai PDAM," ujar dia.

Kondisi warga ini akhirnya diketahui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Indramayu yang bersama Kodim 0616/Indramayu menyalurkan tiga mobil tangki air hari ini.

Danramil 1610/Krangkeng, Lettu Inf Sutirjo mengatakan, kedatangan mobil tangki air langsung mendapat respons positif masyarakat.

Banyak warga yang langsung berkumpul, mereka membawa ember, jeriken, hingga torn kecil.

Satu per satu ember yang warga bawa itu langsung diisi air bersih oleh prajurit TNI.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved