Gempa Turki

UPDATE Korban Gempa M7,8 di Turki dan Suriah, Tewaskan Lebih dari 1.400 Orang, Ribuan Rumah Ambruk

Update Korban tewas gabungan dari gempa M7,8 Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) telah mencapai setidaknya 1.400 orang.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/Twitter
 Negara Turki diguncang gempa dengan magnitudo 7,8 M pada Senin (6/2/2023) pagi. Dikutip dari CNN , Senin (6/2/2023), gempa Turkiye hari ini menewaskan lebih dari 500 orang baik di Suriah maupun Turkiye. 

TRIBUNCIREBON.COM - Update Korban tewas gabungan dari gempa M7,8 Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) telah mencapai setidaknya 1.400 orang.

Angka resmi dari Turki mengatakan 912 orang tewas di sana, 5.383 terluka, dan 2.818 bangunan runtuh. Kementerian kesehatan Suriah mengatakan bahwa lebih dari 326 orang tewas dan 1.042 terluka.

Selain angka-angka tersebut, layanan penyelamatan di barat laut Suriah di daerah yang tidak dikendalikan oleh pemerintah menyebutkan korban tewas mencapai 221 orang, sehingga total 1.459 orang dipastikan tewas.

Uni Eropa (UE) UE telah memobilisasi lebih dari 10 tim SAR untuk membantu Turki Lebih dari 10 tim pencarian dan penyelamatan dari UE telah dikerahkan setelah gempa besar yang melanda Turki, kata juru bicara Komisi Eropa kepada wartawan, Senin.

“Tim Pencarian dan Penyelamatan Perkotaan telah dengan cepat dimobilisasi dari Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Prancis, Yunani, Hongaria, Malta, Belanda, Polandia, dan Rumania untuk mendukung penanggap pertama di lapangan,” kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan. 

Baca juga: UPDATE Terkini Korban Gempa M7,8 Turki, Lebih 1.200 Orang Tewas, Ratusan Orang Masih Tertimbun

Italia, Spanyol dan Slovakia telah menawarkan tim penyelamat mereka ke Turki juga.

Reuters melaporkan UE mengatakan siap mendukung mereka yang terkena dampak di Suriah, tetapi mengatakan belum menerima permintaan dari negara tersebut untuk mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil UE, yang mengoordinasikan bantuan dari UE dan negara-negara Eropa lainnya.

Gempa Tahun 1999

Pada tahun 1999, gempa dengan kekuatan yang sama dengan gempa hari ini di Turki menghancurkan Izmit dan wilayah Laut Marmara timur yang berpenduduk padat di dekat Istanbul, menewaskan lebih dari 17.000 orang.

Presiden Turki Erdogan menggambarkan hari ini sebagai bencana terburuk bagi negara itu sejak 1939, ketika gempa bumi menewaskan lebih dari 32.000 orang dan melukai lebih dari 100.000 orang.

Dia membenarkan bahwa jumlah korban tewas di Turki telah meningkat menjadi 912, dan menggambarkannya sebagai bencana terburuk bangsa sejak 1939. Dia mengatakan kepada wartawan:

Setiap orang berusaha keras, meskipun musim dingin, cuaca dingin, dan gempa bumi yang terjadi pada malam hari membuat segalanya menjadi lebih sulit.

Kami tidak tahu berapa jumlah korban karena upaya pengangkatan puing terus berlanjut di beberapa bangunan di zona gempa.

Mengatakan bahwa 9.000 orang terlibat dalam misi penyelamatan, dia berkata, "Hari ini adalah hari bagi 85 juta orang untuk bersama sebagai satu hati."

Sejauh ini di abad ke-21, tujuh gempa besar telah merenggut lebih dari 20.000 korban masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved