Breaking News:

Kasus Brigadir J

Istri Ferdy Sambo Serahkan Bukti Tambahan, Termasuk yang Terkait Dugaan Kuat Kekerasan Seksual

Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo menyerahkan bukti tambahan kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU).

Editor: dedy herdiana
Tangkap layar Kompas.TV
Putri Candrawathi menangis saat menyampaikan permohonan maafnya di hadapan orang tua Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM - Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo menyerahkan bukti tambahan kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU).

Penyerahan bukti tambahan itu dilakukan melalui kuasa hukum Febri Diansyah menjelang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Febri mengungkapkan ada 12 bukti tambahan yang diserahkan kepada JPU dan majelis hakim setelah pada persidangan sebelumnya sudah memberikan 35 bukti tambahan di persidangan sebelumnya.

Baca juga: LELAH Dihina, Ferdy Sambo Frustasi, Tak Terima Dicap Sebagai Pembunuh Brigadir J

“Jadi bukti tambahan yang diajukan saat ini adalah bukti B36 sampai dengan bukti B47,” ujarnya dikutip dari YouTube Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun untuk mempersingkat waktu, ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santosa meminta agar Febri tidak menjabarkan keseluruhan bukti tambahan yang diserahkan.

Kemudian, Febri pun menyebut beberapa bukti tambahan yang diserahkan seperti resep pemesanan tes PCR Ferdy Sambo dan  Putri Candrawathi di Smart Co Lab pada periode November 2021-Juli 2022.

Lalu, tangkapan layar atau screen capture pesan WhatsApp dari saksi Ariyanto dengan petugas terkait pemesanan tes PCR Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kemudian, foto aktivitas Brigadir J ketika menemani Ferdy Sambo di Rakernas pada Mei 2022.

“Keempat, kami juga mengajukan bukti keterangan pers yang diterbitkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tentang laporan hasil pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM atas peristiwa kematian Brigadir Yosua di kediaman eks Kadiv Propam Polri.”

“Ada salah satu bagian terkait dengan dugaan kuat kekerasan seksual,” jelas Febri.

Barang bukti tambahan selanjutnya adalah artikel di media Harian Kompas yang ditulis oleh Guru Besar Hukum Pidana UGM sekaligus Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edi Umar Syarief dengan judul ‘Perintah Jabatan dan Penyertaan.

Selanjutnya, berita Komnas HAM terkait dengan kekerasan seksual yang dialami  Putri Candrawathi.

Kemudian, bukti pemesanan tiket keberangkatan Ferdy Sambo pada 7 Juli 2022.

“Beberapa artikel media digital, kemudians satu bundel pendapat hukum ahli secara tertulis yaitu ahli Doktor Mahrus Ali dan Profesor Elwi Daniel.”

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved