Breaking News:

Berita Majalengka

Jurus Bupati Majalengka Karna Sobahi Tekan Angka Kemiskinan di Tahun 2023

Masyarakat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang tergolong dalam kategori miskin terbilang masih cukup tinggi.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Masyarakat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang tergolong dalam kategori miskin terbilang masih cukup tinggi.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat dari tahun 2019 hingga 2021, daerah berjuluk 'kota angin' ini berada di urutan ke-4 se-Jabar yang menjadi daerah termiskin.

Jumlah warga miskinnya mencapai 43,84 ribu jiwa.

Meski di tahun 2022 lalu mengalami penurunan, angka kemiskinan -nya masih terbilang tinggi, yakni 24,13 ribu jiwa.

Menyikapi hal itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, pihaknya di tahun 2023 akan mengintensifkan program-program yang telah dicanangkan untuk menekan angka kemiskinan.

Salah satunya, melalui program padat karya dengan menyentuh 330 desa se- Majalengka.

"Program padat karya itu akan menciptakan lapangan pekerjaan, kedua akan dapat tambahan penghasilan."

"Untuk pelaksanaan program kegiatan tersebut, kita menganggarkannya sebesar Rp 68,6 miliar bagi 330 desa dan 14 kelurahan, setiap desa akan mendapatkan anggaran Rp 200 juta," ujar Karna saat ditemui dalam pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada pemilihan umum serentak 2024, Rabu (4/1/2023).

Baca juga: Jumlah ASN dan PPPK di Majalengka Makin Ramping Karena Pensiun, Pemda Kekurangan Pegawai

Namun, Bupati menjelaskan, sejatinya angka kemiskinan yang terjadi bisa dikatakan normal.

Hal itu lantaran adanya hantaman badai Covid-19 yang terjadi kurang lebih 2 tahun lamanya.

Di sisi lain, orang nomor satu di Majalengka itu juga menyebut, banyaknya kawasan industri yang mulai muncul di Majalengka justru membuat angka kemiskinan bertambah.

"Justru semakin banyak industri kaya kabupaten lain, semakin banyak PHK, semakin banyak kemiskinan."

"Contoh, istrinya kerja di Litex, suaminya di Shoetown, diberhentikan. Tetapi cicilan motor, rumah, anak sekolah itu terus bergulir, nah itu lah sebetulnya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved