Santri Meninggal Dianiaya Senior
Update Kasus Santri Meninggal Dianiaya Senior, Kapolres Kuningan Ungkap Begini
Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, VN (15) meninggal akibat diduga mengalami kekerasan dari sejumlah senior
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
"Ketiga murid itu, saat ini sedang menjalani proses hukum dengan pihak berwajib dan secara resmi sudah dikeluarkan dari yayasan pendidikan dan tidak tercatat sebagai santri lagi," ujar Pengasuh K Jumhaer saat ditemui di lingkungan Ponpes di Kecamatan Nusaherang, ketika berbincang dengan TribunCirebon.com, Senin (21/11/2022).
Baca juga: Santri di Kuningan Meninggal Dianiaya Senior, Keluarga: Ada Luka Lebam di Punggung dan Dada
Peristiwa yang berunjung jatuhnya korban jiwa, kata Jumhaer, saat itu, korban bersama teman sejawatnya tengah bercanda.
Tidak terima dengan candaan korban, teman korban ini melapor ke senior atau kakak kelasnya.
"Dari hal sepele, pada saat korban becanda terhadap teman kamarnya. Si teman ini gak terima dan langsung lapor ke senior hingga terjadi seperti begini. Mungkin peristiwa ini musibah dan ujian bagi saya juga ya," kata Jumhaer lagi.
Saat kejadian berlangsung, kata Jumhaer, wali asrama atau petugas keamanan di lingkungan Ponpes tidak ada yang mengetahui saat kejadian berlangsung.
"Korban sempat mengalami sesak dan teman korban bersama pengurus, bergegas membawa korban ke klinik. Sehubungan fasilitas medis tidak lengkap dan korban pun dibawa ke RS 45 hingga kabar duka terjadi," katanya.
Adanya kejadian tersebut, Jumhaer mengaku pada waktu malam tengah berada di rumah sakit di Kuningan.
Keberadaannya di lembaga medis itu, untuk menjaga kedua cucunya yang masuk dan harus mendapatkan perawatan medis secara intens.
"Ya, mengenai kejadian hingga ada santri meninggal. Saya sedang di rumah sakit Juanda. Sudah dua hari dua malam saya jaga cucu yang sedang dirawat," katanya.
Menyinggug soal sikap lembaga pendidikan ponpes terhadap kejadian, Jumhaer mengaku salah dan siap bertanggungjawab terhadap kejadian yang memprihatinkan ini.
"Untuk kejadian ini, kami tentu bertanggungjawab. Terus juga, pada waktu subuh tadi, saya ke rumah korban dan membuka komunikasi, juga sempat menawarkan kepada keluarga korban. Apakah mau nuntut saya ke pihak berwajib atau mau ishlah itu hak keluarga?" ujarnya.
Peristiwa kematian Santi di Pondok Pesantren, Kecamatan Nusaherang, yang masuk pembinaan wilayah Hukum Kapolsek Kadigede. Sontak mendapat tanggapan dari Kapolsek setempat, AKP M Faisal.
"Mengenai kejadian di lingkungan pondok pesantren itu semua sudah menjadi penanganan Satuan Reskrim Polres Kuningan," ujar Kapolsek Kadugede AKP M Faisal saat dihubungi ponselnya, Senin (21/11/2022).
Sementara, keluarga korban kematian santri yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren di Kecamatan Nusaherang, berharap lembaga pendidikan tersebut bertanggungjawab atas peristiwa perampasan nyawa atas nama DVN (15), yang juga Warga Kecamatan Kadugede.
Demikian hal itudikatakan Suhanan (42) yang juga kerabat korban saat ditemui di rumah duka, Senin (21/11/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah-di-kamar-mayat.jpg)