Selasa, 28 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan Bareng Wabup Kuningan Kunjungi Dapur MBG

HRA mengatakan kunjungannya ke dapur MBG untuk memastikan berjalannya program pemerintah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
PANTAU DAPUR MBG - Anggota DPR RI H Rokhmat Ardiyan bareng Wabup Kuningan Tuti Andriani saat melakukan monitoring dapur MBG di Cilimus, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan bareng Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani melakukan kunjungan ke sejumlah mitra SPPG MBG di Kuningan

Kegiatan kunjungan kerja ini untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta ketahanan pangan di Kuningan berjalan lancar sesuai instruksi  Presiden RI Prabowo Subianto. 

"Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program strategis pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan, terutama dalam pemenuhan gizi anak-anak di tingkat pendidikan dasar hingga PAUD," kata H Rokhmat Ardiyan yang akrab disapa HRA saat mengunjungi SPPG MBG Yayasan Guna Insan Mandiri, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Selasa (28/4/2026). 

HRA mengatakan program MBG merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi bangsa.

“MBG adalah program kasih sayang untuk pertumbuhan generasi sehat dan kuat serta memiliki kecerdasan yang dapat meningkatan kualitas SDM."

“Tadi saya pastikan penggunaan bahan pengawet harus dikurangi, diganti dengan menu sehat, banyak protein dan sayur,” katanya.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, menyampaikan pelaksanaan MBG di daerahnya masih terus dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Setiap dapur pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kekurangan yang ada selalu kami sampaikan agar disesuaikan dengan SOP terbaru,” ujarnya.

Mengenai teknis pelaksanaan tentu terdapat perubahan aturan dalam pendirian dapur MBG, mulai dari luas bangunan hingga fasilitas pendukung seperti penyimpanan dan ruang penyajian yang harus memenuhi standar tertentu.

“Dulu harus 800 meter, sekarang ada penyesuaian. Termasuk lemari pendingin dan ruang penyajian yang ber-AC juga menjadi bagian dari standar,” katanya. 

Untuk Kabupaten Kuningan sendiri, saat ini terdapat sekitar 170 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah.

Adanya jumlah tersebut di pastikan bahwa pemerataan program terus dilakukan hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk beberapa desa di Kecamatan Cilebak yang saat ini masih dalam proses penguatan distribusi.

Baca juga: Istri Bupati Kuningan Kunjungi Anak Penderita Kelainan Jantung di Pancalang

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved