Santri Meninggal Dianiaya Senior
Update Kasus Santri Meninggal Dianiaya Senior, Kapolres Kuningan Ungkap Begini
Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, VN (15) meninggal akibat diduga mengalami kekerasan dari sejumlah senior
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Suhanan menceritakan, tragedi kematian melibatkan keponakannya, tentu menjadi penyesalan cukup mendalam. Pasalnya, jenazah korban saat diserahterimakan itu tidak ada perwakilan dari lembaga pendidikan tersebut.
"Terlepas dengan kejadian kematian anak kami, kami hanya ingin pertanggungjawaban dari pihak yayasan atau lembaga pendidikan Ponpes saja," katanya.
Mengenai jasad korban, dia mengklaim bahwa semua sudah dilakukan penanganan petugas kepolisian.
"Sejak terjadinya insiden dugaan perampasan nyawa anak kami. Polisi sudah melakukan penanganan dan mendatangi lingkungan ponpes tersebut," katanya.
Tidak hanya itu, Suhanan menyebut jenazah korban pun mendapat penanganan dari petugas medis RSUD 45 Kuningan.
"Ya, kejadian kematian korban. Ini sudah dilakukan pemeriksaan sebab kematian bagaimana, karena tim medis dengan petugas kepolisian juga telah melakukan autopsi jasad korban," katanya.
Menyinggung soal hasil autopsi, dia menyebut di sekujur jasad korban itu terdapat luka lebam di bagian belakang alias punggung dan di depan, persis sekitar dada korban.
"Hasil autopsi ada luka lebab di dada korban dan bagian punggung. Dugaan jelas penganiayaan, namun gak tahu bisa mengalami luka itu akibat benturan atau pukulan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah-di-kamar-mayat.jpg)