Sabtu, 11 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Santri Meninggal Dianiaya Senior

Update Kasus Santri Meninggal Dianiaya Senior, Kapolres Kuningan Ungkap Begini

Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, VN (15) meninggal akibat diduga mengalami kekerasan dari sejumlah senior

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
Ilustrasi jenazah di kamar mayat. Seorang santri di Kuningan meninggal diduga dianiaya senior 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, VN (15) meninggal akibat diduga mengalami kekerasan dari sejumlah senior santri ponpes setempat.

Hal itu mendapat tanggapan dari Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda.

"Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Ada beberapa saksi yang ada untuk memastikan kronologisnya dan peran-perannya seperti apa," ungkap Kapolres Kuningan, AKBP Dhany di Mapolres setempat, Senin (21/11/2022).

AKBP Dhany Aryanda menyebut hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih dalam. Terlebih dengan hasil pemeriksaan jenazah korban meninggal tersebut.

Baca juga: Santri di Kuningan Meninggal Dianiaya 3 Senior, Pelaku Sudah Dikeluarkan, Ini Kronologinya

"Hasil visum luar, kami masih menunggu dari rumah sakit. Namun kami juga sudah koordinasi dengan rumah sakit yang ada di Indramayu untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Dhany.

Dhany pun buka suara terkait ketiga santri lain yang terlibat dalam dugaan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia.

"Untuk sementara sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi yang ada. Kita tidak menduga-duga. Supaya clear dari awal sampai menimbulkan korban.

Saksi yang diperiksa sudah ada tiga orang. Pelaku sudah diamankan untuk dimintai keterangan," kata dia lagi.

Terlebih dengan kondisi pelaku yang masih tercatat sebagai santri dan dibawah umur, tentu dilangsungkan kerjasama dengan lembaga terkait lainnya.

"Untuk saksi keterangan atau terduga pelaku, kami bekerjasama dengan Bapas, karena yang bersangkutan masih di bawah umur.

Ketiga terduga pelaku itu, statusnya masih saksi. Kita lakukan pemeriksaan apakah ada pelaku lainnya," katanya.

Kronologi

Meninggalnya VN (15), santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, Kuningan, karena diduga dianiaya tiga santri lainnya sebagai kakak kelas alias senior.

"Adapun ke 3 pelaku terlibat dugaan penyiksaan itu berinisial AU (17), MD (17) dan MA (17), yang juga peserta didik di Madrasah Aliyah kami."

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved