Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Santri Meninggal Dianiaya Senior

Santri di Kuningan Meninggal Dianiaya Senior, Keluarga: Ada Luka Lebam di Punggung dan Dada

Keluarga mengungkap di tubuh korban terdapat luka lebam di bagian punggung dan dada.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Ahmad Ripai - Tribun Cirebon
RSUD 45 Kuningan. Korban santri yang meninggal sempat dibawa ke RSUD 45 untuk dilakukan pemeriksaan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Keluarga santri yang meninggal di lingkungan pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, Kuningan berharap lembaga pendidikan tersebut bertanggungjawab atas peristiwa perampasan nyawa DVN (15).

DVN merupakan warga Kecamatan Kadugede, Kuningan.

Hal itu dikatakan Suhanan (42), kerabat korban saat ditemui di rumah duka, Senin (21/11/2022).

Suhanan menceritakan, tragedi kematian melibatkan keponakannya, menjadi penyesalan cukup mendalam bagi keluarga.

Apalagi jenazah korban saat diserahterimakan tidak ada perwakilan dari lembaga pendidikan tersebut.

"Terlepas dengan kejadian kematian anak kami, kami hanya ingin pertanggungjawaban dari pihak yayasan atau lembaga pendidikan ponpes saja," katanya.

Mengenai jasad korban, kata dia, bahwa semua sudah dilakukan penanganan oleh petugas kepolisian.

"Sejak terjadinya insiden dugaan perampasan nyawa anak kami, polisi sudah melakukan penanganan dan mendatangi lingkungan ponpes tersebut," katanya.

Suhanan menambahkan jenazah korban pun sempat mendapat penanganan dari petugas medis RSUD 45 Kuningan.

"Ya, kejadian kematian korban sudah dilakukan pemeriksaan, sebab kematian bagaiamana, karena tim medis dengan petugas kepolisian juga telah melakukan autopsi jasad korban," katanya.

Menyinggug soal hasil autopsi, dia menyebut di sekujur jasad korban itu terdapat luka lebam di bagian belakang alias punggung dan di depan, persis sekitar dada korban.

"Hasil autopsi ada luka lebam di dada korban dan bagian punggung. Dugaan jelas penganiayaan, namun enggak tahu bisa mengalami luka itu akibat benturan atau pukulan," katanya. 

Kata Polisi

Peristiwa mengejutkan datang dari sebuah pesantren di Kecamatan Nusaherang, Kuningan.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved