Breaking News:

Dirut dan Karyawan PAM Kuningan Berpenampilan Seperti Emak-emak, Ternyata Ini yang Mereka Lakukan

Direktur Utama dan Karyawan Perusahaan Air Minum (PAM) Kabupaten Kuningan, mendadak berpenampilan emak - emak menggunakan daster dan ikut lomba masak

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Direktur Utama dan karyawan Perusahaan Air Minum (PAM) Kabupaten Kuningan berpenampilan emak - emak saat mengikuti lomba masak serta fashion show di lingkungan PAM Tirta Kamuning. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Direktur Utama dan Karyawan Perusahaan Air Minum (PAM) Kabupaten Kuningan, mendadak berpenampilan emak - emak menggunakan daster dan ikut lomba masak serta fashion show yang berlangsung di komplek perkantoran PAM setempat.

"Kegiatan ini merupakan satu kesatuan dalam memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-524 Kuningan," ungkap Dirut PAM Kuningan, Deni Erlanda, yang mengenakan daster merah lengkap dengan kerudung merah, saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (24/8/2022).

Menurut Deni Erlanda, kegiatan ini melibatkan semua karyawan PAM Kuningan. Terlebih dalam beberapa tahun sebelumnya, kegiatan seperti ini tidak dilakukan akibat Pandemi Covid19.

"Selain memiliki nilai hiburan, ini juga bagian media perkataan seluruh karyawan dalam mengisi 77 tahun kemerdekaan RI dan Hari 524 Jadi Kuningan. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, kita tak merayakan seperti begini akibat Pandemi Covid19. Dan sekarang merupakan momen kebersamaan," katanya.

Baca juga: Meriahkan HUT Ke-77 RI, Emak-emak di Kuningan Adu Cepat Tangkap Bebek Dengan Mata Tertutup

Ada dua kategori yang dilombakan, lanjut Deni, yaitu perlombaan masak dan fashion show. "Kesempatan kebersamaan ini, kami adakan lomba masak dan fashion show. Jadi, semua karyawan khususnya laki - laki terlibat dan mengikuti lomba masak ini mengenakan pakaian perempuan," ujarnya.

Dalam lomba masak, Deni mengungkap, bahwa untuk penilaian atau juri itu dilakukan oleh pihak eksternal. Hal ini mencegah terhadap hal atau asumsi tidak baik dalam kegiatan lomba masak.

"Ya, untuk juri kami hadirkan dari luar. Ini untuk memberikan nilai sportivitas pada peserta lomba sehingga tidak ada campur tangan dalam lomba sekarang. Tujuan lomba masak, semata untuk merasakan bagaimana menjadi sosok perempuan atau istri sebagai pendamping dalam rumah tangga," kata Deni yang juga peserta lomba masak.

Dalam lomba masak, Deni menyebut bahwa untuk ketentuan jenis masakan yang diikutsertakan itu masakan khas Sunda. "Masakan yang diperlombakan itu, masakan Sunda, seperti sayur asem, sambal, lalab dan goreng ikan asin," ujarnya.

Mengenai lomba fashion show, kata Deni merupakan keseruan dan untuk peserta itu semua karyawan. "Kami melaksanakan kegiatan ini, semua melibatkan karyawan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved