Breaking News:

UMK 2022

Begini Reaksi Buruh di Majalengka Usai UMK 2022 Hanya Naik Rp 18 Ribu, Tak Sesuai Harapan

Aliansi Buruh Majalengka (ABM) langsung merespon usai Pemerintah Provinsi mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) untuk seluruh Jabar

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ribuan buruh terjebak di perempatan lampu merah Kecamatan Jatiwangi, tepatnya di Jalur Nasional Cirebon-Bandung, Kabupaten Majalengka, buntut pergerakan menuju Kantor Bupati Majalengka, Rabu (24/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Aliansi Buruh Majalengka (ABM) langsung merespon usai Pemerintah Provinsi mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) untuk seluruh daerah di Jawa Barat.

Untuk Kabupaten Majalengka sendiri, kenaikan UMK Majalengka 2022 hanya di angka Rp 18 ribu yang mana menjadi Rp 2.027.000 di tahun 2022 nanti.

Sayangnya, kenaikan UMK itu tidak sesuai dengan apa yang diusulkan oleh serikat buruh.

Perwakilan Aliansi Buruh Majalengka, Asep Odin mengatakan, pihaknya belum menyikapi informasi yang menyatakan UMK Majalengka tahun 2022 hanya naik Rp 18.619,04.

Baca juga: Buntut UMK 2022 Tidak Naik, Buruh di Bandung Barat Tak Akan Dukung Ridwan Kamil Jadi Capres

"Saya belum terima SK yang resminya jadi kita belum bisa menyikapi harus gimana, nanti kalau sudah terima SK yang resminya apakah betul sesuai informasi yang beredar atau tidak, baru kita akan rapat kordinasi," ujar Asep kepada media, Rabu (1/12/2021).

Asep menyebut, ada alasan mengapa dirinya enggan berkomentar lebih jauh mengenai penetapan UMK oleh Pemprov Jabar itu.

Salah satu alasannya, dikarenakan pihaknya ingin menjaga kondusifitas di semua perusahaan yang ada di Majalengka.

Masih kata dia, sudah banyak rekan-rekan buruh yang menanyakan kebenaran pengumuman kenaikan UMK itu.

Baca juga: Buruh di Indramayu Mengaku Kecewa Besar Pada Ridwan Kamil, Bersiap Lakukan Mogok Keras Massal

Ia pun masih akan menunggu SK resmi Gubernur yang akan diambil oleh Dinas Tenaga Kerja Majalengka.

"Jadi kami belum bisa berkomentar meski sudah beredar, kita tetap menjaga kondusifitas di masing-masing perusahaan karena anggota memang ramai menanyakan hal itu. Nanti kita tunggu SK resminya, yang penting kondusifitas terjaga dulu."

"Informasinya SK yang resmi baru akan diambil oleh dinas hari ini atau besok," ucapnya.

Meski begitu, Asep berharap UMK Majalengka tahun 2022 bisa naik sesuai dengan apa yang diusulkan sebelumnya yakni sebesar Rp 360 ribu.

Jika tidak, Aliansi Buruh Majalengka akan terlebih dulu melakukan rapat kordinasi untuk langkah yang diambil selanjutnya.

"Harapannya sesuai yang diusulkan yang Rp 360 ribu itu. Saya berharapnya itu, kalau misalkan tidak sesuai itu kita juga harus tanya dulu ke teman-teman bagaimana menyikapinya. Jadi nanti kalau angkanya tidak sesuai, apakah mau menerima atau tidak, kalau menerima seperti apa kalau tidak seperti apa," jelas dia.

Baca juga: APINDO Bersyukur UMK Majalengka Hanya Naik Rp 18.000: Semoga Pelaksanaannya Lancar

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved