Breaking News:

Nasib TKW Indramayu di Irak

Dalam Kondisi Sakit, TKW Indramayu di Irak yang Minta Tolong ke Jokowi Dipaksa Bekerja 17 Jam Sehari

dalam kondisi sakit, beban pekerja TKW warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu semakin diperberat oleh sang majikan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua SBMI Cabang Indramayu saat menunjukan rekaman video Rokaya (40) yang mengalami sakit di Arbil, Irak, Jumat (24/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Rokaya (40) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu harus bekerja 17 jam dalam sehari di Arbil, Irak.

Walau dalam kondisi sakit, beban pekerja TKW warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu semakin diperberat oleh sang majikan.

Kondisi tersebut diungkap Adik Rokaya, Desty Puspa Mentari (29) saat memberi kabar kepada keluarga.

Rokaya bahkan sampai memohon agar secepatnya bisa pulang ke Indonesia. Ia sebelumnya juga membuat rekaman video yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam video berdurasi 1.49 detik itu, Rokaya memohon untuk dipulangkan karena sakit.

"(Rokaya) harus berangka jam 7 pagi, terus istirahatnya baru bisa jam 10 malem," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (27/10/2021).

Desty Puspa Mentari menyampaikan, sejak ramai pemberitaan, majikan Rokaya semakin menambah beban pekerjaan yang harus dikerjakan Rokaya.

Dari awalnya hanya bekerja di satu rumah, kini Rokaya harus bekerja di tiga rumah sekaligus.

Jika tidak dilakukan, majikannya selalu mendobrak pintu kamar Rokaya dan memintanya segera bekerja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved