BP Keraton Kasepuhan Tegaskan Luqman Zulkaedin Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yang Sah

Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, menegaskan, PRA Luqman Zulkaedin merupakan Sultan Keraton Kasepuhan yang sah.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin (keempat kiri), saat menyampaikan pidato jumenengan di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK), Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, menegaskan, PRA Luqman Zulkaedin merupakan Sultan Keraton Kasepuhan yang sah.

Menurut dia, tidak ada dualisme sultan meski Raharjo Djali memproklamirkan diri sebagai Sultan Keraton Kasepuhan dan menggelar jumenengan atau penobatan pada pekan lalu.

"Tidak ada dualisme, PRA Luqman Zulkaedin adalah satu-satunya sultan di Keraton Kasepuhan," kata Alexandra Wuryaningrat saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Sultan Aloeda II Lantik Perangkatnya di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sempat Diwarnai Kericuhan

Baca juga: BP Keraton Kasepuhan Cirebon Sebut Kegiatan Sultan Aloeda II Raharjo Djali Digelar Tanpa Izin

Sultan Aloeda II, Raharjo Djali (kedua kiri), saat melantik perangkatnya di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021)
Sultan Aloeda II, Raharjo Djali (kedua kiri), saat melantik perangkatnya di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021) (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, tidak ada sultan lain yang memimpin Keraton Kasepuhan, selain Luqman Zulkaedin selaku Sultan Sepuh XV.

Luqman mewarisi takhta dari ayahnya Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, yang berpulang kira-kira setahun lalu.

Pihaknya juga terkejut adanya pelantikan perangkat Raharjo Djali yang kini bergelar Sultan Aloeda II di Keraton Kasepuhan pada hari ini.

"Kegiatan itu tidak ada izinnya, karena tanpa sepengetahuan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV," ujar Alexandra Wuryaningrat.

Alexandra menyampaikan, setiap kegiatan di Keraton Kasepuhan harus mengantongi izin dari Sultan Sepuh XV dan BPKK.

Sebagai Direktur BPKK, ia berhak menegur karena kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa pemberitahuan dahulu.

Dalam kesempatan itu, Alexandra yang merupakan adik Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, tersebut membubarkan pelantikan yang dipimpin Raharjo.

Namun, massa yang menghadiri pelantikan perangkat Raharjo menolak sehingga sempat terjadi adu mulut di depan bangunan utama Keraton Kasepuhan.

Pagi sebelumnya, Sultan Aloeda II, Raharjo Djali, melantik perangkatnya di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021).

Prosesi pelantikan perangkat yang akan membantu Raharjo Djali sebagai Sultan Keraton Kasepuhan itu sempat diwarnai kericuhan.

Kepala Badan Pengelola Keraton Kasepuhan, Ratu Alexandra Wuryaningrat, yang merupakan adik Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, tampak datang dari dalam keraton dan membubarkan pelantikan tersebut.

Baca juga: Terungkap Keluarga Besar Kesultanan Cirebon Menolak Luqman dan Raharjo Jadi Sultan Keraton Kasepuhan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved