BP Keraton Kasepuhan Tegaskan Luqman Zulkaedin Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yang Sah

Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, menegaskan, PRA Luqman Zulkaedin merupakan Sultan Keraton Kasepuhan yang sah.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin (keempat kiri), saat menyampaikan pidato jumenengan di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020). 

Namun, massa yang menghadiri pelantikan perangkat Raharjo menolak sehingga sempat terjadi adu mulut di depan bangunan utama Keraton Kasepuhan.

Massa pendukung Raharjo tampak meminta agar prosesi pelantikan dilanjutkan. Karenanya, Raharjo pun langsung membacakan naskah pelantikan tersebut.

Saat ditemui usai pelantikan, Raharjo mengatakan, sedikitnya terdapat 20 orang yang dilantik menjadi perangkat Sultan Keraton Kasepuhan.

Menurut dia, mereka akan membantu menjalankan tugasnya sehari-hari sebagai Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Pelantikan ini menandakan saya bersama para perangkat siap bekerja. Kami juga langsung menyusun program kerjanya," kata Raharjo Djali.

Baca juga: Saksikan Penobatan Sultan Baru Cirebon dari Rumah Singgah, Uu Ruzhanul Ulum Berharap Seperti Ini

Ia mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah memperbaiki keraton sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan.

Perangkat yang dilantik kali ini terdiri dari patih sepuh, patih dalem, pangeran kumisi sepuh, pangeran kumisi dalem, dan lainnya.

"Sistem perangkat ini mengacu pada struktur adat yang berlaku di keraton-keraton Cirebon, tapi dimodifikasi sesuai perkembangan zaman," ujar Raharjo Djali.

 Jadi Sultan Aloeda II

Raharjo Djali menggelar jumenengan atau penobatan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan pada Rabu (18/8/2021) malam.

Jumenengan itu dilaksanakan di Umah Kulon kompleks Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut juga digelar secara terbatas dan hanya dihadiri keluarga Rahardjo yang merupakan cucu Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjaningrat.

Jumenengan itu pun dipimpin Dewan Kelungguhan, Raden Udin Kaenudin. Bahkan, diikuti juga sejumlah tokoh ulama dan lainnya.

Raharjo Djali menyampaikan, jumenengan telah direncanakan lama namun baru digelar karena kebijakan PPKM yang diberlakukan di Kota Cirebon.

Baca juga: Keraton Kasepuhan Disegel, PRA Luqman Zulkaedin Disebut Tak Pantas Sebagai Sultan Sepuh XV

Baca juga: Pangeran Kuda Putih Tak Peduli Siapa yang Bertahta di Keraton Cirebon: Hanya Ingin Luruskan Sejarah

Karenanya, pihaknya pun sangat membatasi undangan yang hadir dalam tradisi penobatan sultan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved