BP Keraton Kasepuhan Tegaskan Luqman Zulkaedin Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yang Sah
Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, menegaskan, PRA Luqman Zulkaedin merupakan Sultan Keraton Kasepuhan yang sah.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
"Kami memutuskan prosesi ini hanya dihadiri keluarga, dan tetap memerhatikan prokes secara ketat," kata Raharjo Djali saat konferensi pers di Umah Kulon kompleks Keraton Kasepuhan, Kamis (19/8/2021).
Ia mengatakan, setelah prosesi jumenengan keluarga besar Keraton Kasepuhan memberinya gelar Sultan Aloeda II.
Pihaknya juga bersyukur pelaksanaan jumenengan tersebut berjalan lancar tanpa adanya hambatan apapun.
Selain itu, Raharjo menegaskan tradisi itu tidak diselenggarakan secara mendadak, karena disiapkan matang dari jauh-jauh hari.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengundang banyak pihak dalam jumenengan kemarin," ujar Raharjo Djali.
Keluarga besar Kesultanan Cirebon secara tegas tidak mengakui Luqman Zulkaedin maupun Raharjo Djali sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.
Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata, mengakui penolakan itu bergulir sejak rencana Luqman dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV pada Agustus 2020.
Namun, menurut dia, belum selesainya permasalahan itu muncul sosok Raharjo Djali yang menggelar jumenengan dan memproklamirkan diri sebagai Sultan Keraton Kasepuhan belum lama ini.
"Kami tegas menolak mereka berdua sebagai Sultan Keraton Kasepuhan," ujar Elang Tommy Iplaludin Dendabrata saat ditemui di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Kisruh Keraton Kasepuhan Cirebon, Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi Minta Pemerintah Turun Tangan

Ia mengatakan, sejak setahun lalu keluarga besar Kesultanan Cirebon tidak mengakui jumenengan Luqman yang kini bergelar Sultan Sepuh XV.
Belum selesai penolakan itu karena Luqman hingga kini masih bertakhta, muncul Raharjo yang menggelar jumenengan di Umah Kulon kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon pada Rabu (18/8/2021) malam.
"Ini bukti permasalahan internal Keraton Kasepuhan belum selesai, seharusnya kedua belah pihak menyelesaikannya dulu, toh ini antara paman dan keponakan," kata Elang Tommy Iplaludin Dendabrata.
Tommy menyampaikan, hal itupun menjadi bukti tidak adanya upaya perdamaian yang ditempuh kedua pihak tersebut.
Baca juga: Polemik Pewaris Tahta Keraton Kasepuhan Masih Bergulir, Pemkot Cirebon Beri Pesan Ini
Selain itu, ia menilai penolakan dari keluarga besar Kesultanan Cirebon juga wajar karena keraton bukan milik pribadi dan tidak berdiri sendiri.
Diketahui, Luqman Zulkaedin menduduki takhta Keraton Kasepuhan menggantikan ayahnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, yang berpulang setahun lalu.