Breaking News:

Terungkap Keluarga Besar Kesultanan Cirebon Menolak Luqman dan Raharjo Jadi Sultan Keraton Kasepuhan

Keluarga besar Kesultanan Cirebon menolak Luqman Zulkaedin ataupun Raharjo Djali sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keluarga besar Kesultanan Cirebon menolak Luqman Zulkaedin ataupun Raharjo Djali sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata, mengatakan, keduanya bukan trah atau keturunan langsung Sunan Gunung Jati.

Karenanya, menurut dia, baik Luqman maupun Raharjo tidak berhak menempati jabatan tersebut meski keduanya mengklaim sebagai pewaris takhta yang sah.

Baca juga: Keluarga Besar Kesultanan Cirebon Tak Akui Luqman Maupun Raharjo sebagai Sultan Keraton Kasepuhan

PRA Luqman Zulkaedin (kiri) saat jumenengan Sultan Sepuh XV di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020).
PRA Luqman Zulkaedin (kiri) saat jumenengan Sultan Sepuh XV di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020). (Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com)

"Garis keturunan Sunan Gunung Jati di Keraton Kasepuhan hanya sampai Sultan Sepuh V, Sultan Matangaji," kata Elang Tommy Iplaludin Dendabrata saat ditemui di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (23/8/2021). 

Ia mengatakan, penolakan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap Keraton Kasepuhan yang menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon.

Karenanya, pihaknya menuntut agar jabatan Sultan Keraton Kasepuhan dikembalikan kepada keturunan sah Sunan Gunung Jati.

Sebab, Luqman dan Raharjo bukan keturunan langsung Sunan Gunung Jati sehingga tidak mempunyai hak dan kewenangan menjabat sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

Sultan Aloeda II, Raharjo Djali, saat konferensi pers di Umah Kulon kompleks Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (19/8/2021).
Sultan Aloeda II, Raharjo Djali, saat konferensi pers di Umah Kulon kompleks Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (19/8/2021). (TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

"Kami ingin meluruskan sejarah, karena Keraton Kasepuhan saat ini diisi oleh orang yang bukan keturunan Sunan Gunung Jati, baik Luqman maupun Raharjo," ujar Elang Tommy Iplaludin Dendabrata.

Tommy menyampaikan belum dapat menentukan sosok yang paling pantas untuk menempati posisi Sultan Keraton Kasepuhan.

Ia memastikan hal itu akan dibahas secara musyawarah mufakat oleh keluarga besar Kesultanan Cirebon yang meliputi Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.

"Keraton Kasepuhan juga termasuk (Kesultanan Cirebon), tapi saat ini diisi oleh mereka yang bukan trah Kanjeng Sunan Gunung Jati," kata Elang Tommy Iplaludin Dendabrata.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved