Breaking News:

Polemik Keraton Cirebon

Keluarga Besar Kesultanan Cirebon Tak Akui Luqman Maupun Raharjo sebagai Sultan Keraton Kasepuhan

keluarga besar Kasultanan Cirebon, mengakui penolakan itu bergulir sejak rencana Luqman dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV pada Agustus 2020.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keluarga besar Kesultanan Cirebon secara tegas tidak mengakui Luqman Zulkaedin maupun Raharjo Djali sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata, mengakui penolakan itu bergulir sejak rencana Luqman dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV pada Agustus 2020.

Namun, menurut dia, belum selesainya permasalahan itu muncul sosok Raharjo Djali yang menggelar jumenengan dan memproklamirkan diri sebagai Sultan Keraton Kasepuhan belum lama ini.

"Kami tegas menolak mereka berdua sebagai Sultan Keraton Kasepuhan," ujar Elang Tommy Iplaludin Dendabrata saat ditemui di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Kisruh Keraton Kasepuhan Cirebon, Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi Minta Pemerintah Turun Tangan

Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata.
Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata. (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, sejak setahun lalu keluarga besar Kesultanan Cirebon tidak mengakui jumenengan Luqman yang kini bergelar Sultan Sepuh XV.

Belum selesai penolakan itu karena Luqman hingga kini masih bertakhta, muncul Raharjo yang menggelar jumenengan di Umah Kulon kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon pada Rabu (18/8/2021) malam.

"Ini bukti permasalahan internal Keraton Kasepuhan belum selesai, seharusnya kedua belah pihak menyelesaikannya dulu, toh ini antara paman dan keponakan," kata Elang Tommy Iplaludin Dendabrata.

Tommy menyampaikan, hal itupun menjadi bukti tidak adanya upaya perdamaian yang ditempuh kedua pihak tersebut.

Baca juga: Polemik Pewaris Tahta Keraton Kasepuhan Masih Bergulir, Pemkot Cirebon Beri Pesan Ini

Selain itu, ia menilai penolakan dari keluarga besar Kesultanan Cirebon juga wajar karena keraton bukan milik pribadi dan tidak berdiri sendiri.

Diketahui, Luqman Zulkaedin menduduki takhta Keraton Kasepuhan menggantikan ayahnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, yang berpulang setahun lalu.

Sementara Raharjo dikukuhkan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan oleh Dewan Kelungguhan dan bergelar Sultan Aloeda II pada pekan lalu.

Keduanya mengklaim sebagai sosok yang berhak menduduki posisi tersebut.

Polemik itupun bergulir sejak tahun lalu dan hingga kini tampaknya belum menemui titik temu.

Baca juga: Ini Dua Pesan Pemkot Cirebon Dalam Penyelesaian Kisruh Sultan Kembar di Keraton Kasepuhan

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved