Breaking News:

Warga Desa Kalapa Gunung Pasang Spanduk Penolakan Pengeboran Air Bawah Tanah PT Sinde

spanduk penolakan ini bukan semata terhadap pembangunan usaha PT Sinde. Namun penolakan ini lebih khusus kepada kegiatan pengeboran air bawah tanah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Sejumlah warga Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jawa Barat memasang spanduk penolakan pengeboran air bawah tanah untuk kebutuhan produksi perusahaan PT Sinde Budi Sentosa, Sabtu (17/7/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah warga Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jawa Barat memasang spanduk penolakan pengeboran air bawah tanah untuk kebutuhan produksi perusahaan PT Sinde Budi Sentosa.

Terpantau di lapangan saat pemasangan spanduk penolakan, warga menyisir sejumlah lahan strategis dalam pemasangan spanduk tersebut.

"Pemasangan spanduk penolakan pengeboran ini di sekitar jalan raya Kuningan - Cirebon dan sejumlah jalan di desa, berikut jalan kecamatan," ungkap Yanto, salah seorang warga, ditemui  di sela pemasangan spanduk penolakan, Sabtu (17/7/2021).

Yanto mengatakan, pemasangan spanduk penolakan ini bukan semata terhadap pembangunan usaha PT Sinde. Namun penolakan ini lebih khusus kepada kegiatan pengeboran air bawah tanah.

"Kalau untuk pembangunan dan pengembangan usaha saya justru mendukung. Tapi kalau tindakan pengeboran air bawah tanah, saya tolak 1.000 persen," kata Yanto lagi.

Baca juga: Warga Bereaksi Terkait Pengeboran Air PT Sinde di Kuningan, Camat Kramatmulya Angkat Bicara

Baca juga: Sebar Spanduk Penolakan, Warga Desa Kalapa Gunung di Kuningan Tolak Pengeboran Sumur Air PT Sinde

Yanto menyebut dalam pengeboran air bawah tanah, diketahui sudah berjalan sejak sepekan lalu.

"Kabarnya di dalam sana sedang dilakukan pengeboran air. Dan setelah kami datangi ke lokasi, ternyata benar ada kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh pekerja dari Semarang," katanya.

Di samping itu, kata dia menambahkan bahwa pengeboran itu dilakukan untuk pengambilan air sebagai bahan produksi perusahaan tersebut.

"Untuk airnya jelas menjadi bahan produksi dan kemarin saya tanya pekerja di sana, kedalaman pengeboran itu sedalam 158 meter dan sedang berlangsung sebanyak 3 titik pengeboran," ujar Yanto lagi.

Baca juga: Geger Penemuan Mayat Pria di Bantaran Sungai Wisata Mini Zoo Cilimus Kuningan, Kondisi Pakaian Rusak

Baca juga: Kuota CPNS Kuningan Ada 427, Batas Pendaftaran Sampai 21 Juli, Ayo Klik https://sscasn.bkn.go.id

Alasan penolakan pengeboran, kata Yanto menegaskan, jika pemanfaatan air bawah tanah terus dilakukan oleh PT Sinde, tentu akan menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat dalam membutuhkan pasokan air.

"Kami sangat khawatir jika pengeboran berlangsung dan bisa berdampak pada susahnya mencari air buat kebutuhan warga. Apalagi melihat kawasan perusahaan itu berdiri di batas lahan 7 hektare dan di dalamnya ada saluran irigasi buat perairan umum," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved