Breaking News:

Sekda Kuningan Geram, Nama dan Jabatannya Dicatut dalam Mutasi ASN, Penerimaan CPNS, dan P3K

Pasalnya, Sekda Kuningan menjadi korban ulah oknum pencatut lebih dari satu dan menggunakan aksinya itu melalui beragam modus.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Sekda Kuningan, Dian Rahmat Yanuar. 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sekretaris Daerah Kuningan Dian Rahmat Yanuar geram namanya dicatut soal CPNS.
Pencatutan itu berupa nama Sekda Kuningan dan nomor WhatsAppnya.
“Nama saya dicatut itu banyak ASN baik dari perempuan maupun laki-laki mengadu ke saya soal beragam,” ungkap Dian Rahmat Yanuar saat dihubungi ponselnya, Selasa (25/5/2021).
Usai diketahui namanya dan jabatannya dicatut orang tak dikenal, Dian Rahmat Yanuar mengaku telah melakukan pelaporan ke polisi.

Baca juga: Beredar Broadscast Bupati Kuningan Galang Donasi Untuk Pesantren dan Yayasan, Ternyata Hoaks

Baca juga: Remaja 16 Tahun di Bandung Ditendang dan Diseret 12 Orang Diduga Geng Motor, Aksinya Terekam CCTV

Sekda Kuningan H Dian Rahmat Yanuar saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Kuningan di Jalan Siliwangi - Kuningan
Sekda Kuningan H Dian Rahmat Yanuar saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Kuningan di Jalan Siliwangi - Kuningan (TribunCirebon.com/Ahmad Ripai)
Pasalnya, Sekda Kuningan menjadi korban ulah oknum pencatut lebih dari satu dan menggunakan aksinya itu melalui beragam modus.
“Untuk aksi pencatutan nama dan nomor kontak, saya sudah lapor polisi. Kemudian untuk modus yang digunakan oknum tersebut, diantaranya melakukan pengancaman mutasi kerja, penerimaan CPNS dan PPPK di Kuningan,” ujarnya.
Dari kejadian itu, Dian Rahmat Yanuar meminta untuk seluruh ASN atau lapisan masyarakat Kuningan agar waspada.
“Kedepan kepada ASN atau orang siapa saja, saat ada orang menelepon dan mengaku saya, tolong jangan langsung dipercaya dan jika bisa lakukan penjebakan dan tangkap oknum tersebut,” ujarnya.
Menurutnya para korban, kata Dian menyebutkan ciri-ciri oknum mengatasnamakan dirinya.
Salah satunya tidak fasih dalam berbahasa sunda dan sering menghindar saat si calon korban melangsungkan komunikasi via sambuangan seluler.
"Si korban mengaku bahwa pencatut atau si oknum itu tidak bisa berbahasa sunda. Kemudian terakhir pernah dilakukan pelacakan melalui metode IT, pelaku berada di Daerah Jember,” ungkapnya. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved