Sapi Pedaging Susah Didapat, Penjual di Kuningan Sebut Harga Daging Sapi Bisa Tembus Rp 150 Ribu/Kg

Imbas kelangkaan sapi pedaging dalam menghadapi masa marema alias hari pasar jelang Idul Fitri, kata Toto  akan berdampak pada kenaikan harga jual cuk

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Penjual daging sapi di Pasar Kepuh Kuningan. 

Menurut Meiwan, sekalipun terpantau ada kenaikan namun masih pada batas wajar. Terlebih jika mengingat sebentar lagi akan mendekati Idulfitri.

“Masalah harga dipengaruhi suplai dan demand. Kalau permintaan tinggi, barang tidak ada maka terjadi kenaikan harga. Tapi kalau stok ada walaupun ada kenaikan sedikit masih wajar. Karena pedagang beralasan mumpung mau lebaran setahun sekali naikan harga,” ujar Meiwan.

Meiwan mengatakan sudah berkoordinasi bersama DKPP, Bagian Perekonomian beserta Satgas Pangan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga pangan di pasaran. Jika hal itu sampai terjadi, sejumlah langkah penanganan telah dipersiapkan.

Menurut Meiwan,untuk menindak praktek penimbunan stok pangan, pihaknya akan menggelar operasi pasar dengan menyediakan kebutuhan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah. 

“Misalkan di distributor banyak, tapi di pasar susah, itu tanda tanya. Tapi sekarang memang kita lihat di distributor ada stoknya tersedia. Kalau kenaikan berturut-turut tidak wajar, kita juga akan adakan operasi pasar sebagai langkah terakhir,” jelasnya.

 Pemkot Bandung juga terus berkoordinasi dengan Pertamnia untuk memastikan ketersediaan gas LPG. Utamanya, gas 3kg yang menjadi konsumsi utama masyarakat.

Sales Branch Manager Pertamina Kota Bandung, Warih Wibowo mengatakan, jelang Hari Raya Idulfitri sudah menyiapkan kuota tambahan sebanyak 5 persen. Yakni dari distribusi harian untuk Kota Bandung per 2 Mei 2021 tercatat sebanyak 294 metrik ton atau 98 ribu tabung per hari.

Warih menuturkan, cadangan ekstra sebanyak 5 persen ini guna mengantisipasi apabila terjadi lonjakan permintaan saat menjelang Lebaran 2021 ini. Walau pun, dari pemantauan di tahun lalu konsumsi LPG hanya mengalami kenaikan sebesar 1 persen.

“Kita koordinasi dengan jajaran Disdagin. Kita tetap pantau arahan pemerintah tahun ini dilarang mudik. Kami sepakat untuk mengamankan pasokan kita menambah," katanya.

Warih sudah meminta agar pangkalan dan SPBE tetap bersiaga saat hari libur, termasuk Sabtu dan Minggu untuk tetap beroperasi. Kemudian setiap tanki di seluruh SPBE pun dipersiapkan terisi penuh.

“Pertama kita pastikan semua SPBE terisi secara optimal tankinya. Jadi menghadapi kenaikan harga mendadak, kita sudah siap. Mengantisiasi gangguan bencana atau sebagainya, kita sudah siapkan alternatif gangguan dan mendesain distribusi dari Tanjung Priok. Ketiga ada suplai cadangan dari Cirebon," ujarnya. 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved