Berita Kuningan Hari Ini

Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Kuningan Saat Hujan, Pejabat, Kapolres dan Dandim Temui Massa Aksi

Ratusan massa terdiri dari berbagai profesi dan aktivis pelajar serta mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
UNJUK RASA - Ratusan massa terdiri dari berbagai profesi dan aktivis pelajar serta mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Ratusan massa terdiri dari berbagai profesi dan aktivis pelajar serta mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kuningan.

Aksi berlangsung saat hujan berlangsung tidak menyurutkan semangat para pendemo yang berada di ruas Jalan RE Martadinata, Minggu (31/8/2025).

Pantauan di lokasi, aksi berlangsung sejak pukul 15.00 WIB berakhir sekitar pukul 17.30 WIB hingga kondisi terlihat aman terkendali.

Meski sebelumnya, dalam beberapa orasi yang melibatkan sejumlah pendemo tadi sempat terjadi rusuh.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Perawatan Mahasiswa Korban Penusukan Saat Demo di DPRD Jabar

Menyusul akibat terjadi lempar - lempar benda keras hingga mendarat di kerumunan petugas kepolisian dan TNI yang sedang berjaga di gerbang Kantor DPRD Kuningan tadi.

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy saat di temui, mengatakan, aksi unjuk rasa yang berlangsung dengan lancar dan tertib.

"Alhamdulillah dalam penyampaian aspirasi dari rekan - rekan dalam aksi unjuk rasa, berjalan lancar dan kondusif," kata Zul sapaan akrab Ketua DPRD Kuningan saat memberikan keterangan kepada awak media.

Zul mengatakan, sebelum terjadi unjuk rasa yang melibatkan lapisan masyarakat.

 "Kami dari jajaran pemerintah dan tokoh agama dan masyarakat, melakukan istigosah serta doa bersama. Agar kondisi negara aman dan masyarakat damai," ungkap Zul.

Menyinggung soal pernyataan yang menjadi desakan pandemo, Zul mengaku telah menerima aspirasi tertulis yang diberikan peserta aksi tadi. 

"Ada 10 item dalam pernyataan tertulis tadi. Diantaranya, isue nasional adalah tentang regulasi perampasan aset, kebebasan berdemokrasi.

Tidak hanya itu, untuk isue lokal juga terdapat seperti dugaan kasus Kuningan Caang (PJU), open bidding pejabat serta keterlibatan anggota dewan menjadi mitra MBG," katanya.

Ditanya soal pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kuningan 527, Zul mengungkap untuk pelaksanaan kegiatan berjalan seperti biasa dan tidak bentuk bermewah - mewahan.

"Ya, untuk kegiatan Sidang Paripurna dilaksanakan sesederhana. Kemudian, untuk pemberian karangan bunga itu minta diganti dengan sembako. Kini jumlah sembako sudah tersedia ribuan yang akan dibagikan kepada masyarakat," katanya.  

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved