Sapi Pedaging Susah Didapat, Penjual di Kuningan Sebut Harga Daging Sapi Bisa Tembus Rp 150 Ribu/Kg

Imbas kelangkaan sapi pedaging dalam menghadapi masa marema alias hari pasar jelang Idul Fitri, kata Toto  akan berdampak pada kenaikan harga jual cuk

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Penjual daging sapi di Pasar Kepuh Kuningan. 

Tisna memaparkan, kalau daging beku itu hargany mulai dari Rp 75 ribu sampai Rp 90 ribu.

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Sayuran dan Daging Sapi Naik Tajam, Pedagang Mengeluh Pembeli Berkurang

"Jadi saya pikir ada selisih hingga Rp20 ribu sampai Rp30 ribu, itu juga sangat berarti. Kalau lihat nutrisi dan sebagainya, sebenarnya tidak ada bedanya, antara daging segar dan daging beku," katanya.

Tak Perlu Panik, Stok Aman

Menjelang hari raya Idul Fitri , harga dan stok kebutuhan termasuk gas elpiji aman terkendali.

Jaminan itu disampaikan Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Meiwan Kartiwa, Kepala Bidang Distribusi dan Konsumsi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Usep Awaludin dan Sales Branch Manager pada PT. Pertamina Warih Wibowo, saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Selasa (4/5) .

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan menjaga ketersediaan sejumlah stok pangan jelang hari raya Lebaran 2021.

"Walau stok aman tapi masyarakat tetap diimbau untuk tidak belanja berlebihan, sehingga fluktuasi harga bisa tetap dalam batas wajar sekalipun terdapat kenaikan," pinta Kepala Bidang Distribusi dan Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Usep Awaludin.

Usep mengatakan, sebelum memasuki bulan Ramadan menggelar rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bersama sejumlah stakeholder. Hasil pertemuan  para suplier, distributor ataupun produsen bahan pangan menyatakan siap menambah pasokan pangan ke Kota Bandung. 

“Kita minta masyarakat jangan terlalu berlebihan mengonsumsi. Karena kalau permintaan tidak terlalu tinggi harga pun relatif stabil. Jangan khawatir, ketersediaan bahan pangan terjaga dengan aman,” ujar Usep.

Usep mengatakan , sekitar 90-an persen kebutuhan bahan pangan utama Kota Bandung dipasok dari luar daerah. Selain sebagai kota besar, Kota Bandung diuntungkan posisinya karena merupakan ibukota provinsi yang menjadi titik pertama utama pendistribusian bahan pangan.

“Kalau melihat ketersediaan di Kota Bandung sebagai kolektif distributif, jadi bahan pangan masuk dulu ke Kota Bandung. Setelah itu baru didistribusikan ke kota lain. Jadi insyaallah ketersediaan pangan masih aman,” ujarnya. 

Selain memastikan ketersediaan stok, Usep mengatakan, Pemkot Bandung juga turut memeriksa keamanan dan kesehatan pangan yang masuk. Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan secara berkala untuk menghindari pangan yang tercemar agar tidak masuk ke Kota Bandung.

Seperti daging sapi, Usep menyebutkan stok yang masuk ke Kota Bandung didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kabupaten Bandung dan Garut.

“Kemudian telur itu dari Ciamis, Sukabumi, Tasik, Kabupaten Bandung, Jawa Tengah, dan Blitar. Kalau untuk daging ayam itu ada suplai dari Kabupaten Bandung, Cianjur, Ciamis, Tasik dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengungkapkan, dari hasil pemantauan rutin di 8 pasar tradisional kini sejumlah komoditas sudah mulai mengalami fluktuasi. Baik itu penurunan harga maupun yang mulai beranjak naik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved