Breaking News:

Eks Pejabat Subang Buka-bukaan soal Korupsi Pungutan CPNS : Bagi-bagi Duit ke LSM, Dewan dan Bupati

Antara lain, Bupati Subang Ojang Sohandi senilai Rp 9 miliar yang diberikan bertahap dari 1 Oktober 2012 hingga Juni 2015.

Editor: Mumu Mujahidin
NET
Ilustrasi uang: Eks Pejabat Subang Buka-bukaan soal Korupsi Pungutan CPNS : Bagi-bagi Duit ke LSM, Dewan dan Bupati 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Heri Tantan, terdakwa korupsi pungutan ke honorer untuk jadi CPNS Pemkab Subang, buka-bukaan di persidangan pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (28/4/2021).

Heri Tantan bekas Kabid Pengadaan dan Pengembangan BKD Pemkab Subang.

Dalam kasus ini, pungutan terhadap honorer yang hendak jadi CPNS mencapai Rp 32 miliar.

"Uang yang diberikan kepada sejumlah pihak sumbernya berasal dari pungutan kepada honorer kategori II," ujar Heri Tantan

Heri Tantan dijerat Pasal 12 B huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana juncto Pasal 65 KUH Pidana.

Baca juga: Kasus Suap Pengaturan Proyek di Indramayu Terus Dibongkar, KPK Panggil 4 Anggota DPRD Jabar Lagi

Baca juga: Ini yang Terjadi Setelah 45 Hari Suntik Vaksin Dosis Kedua, Berapa Banyak Antibodi yang Terbentuk?

Uang dibagikan oleh terdakwa pada sejumlah pihak. Antara lain, Bupati Subang Ojang Sohandi senilai Rp 9 miliar yang diberikan bertahap dari 1 Oktober 2012 hingga Juni 2015.

Lalu pemberian uang Rp 2,3 miliar pada Abdulrahman pada 5 Maret 2014 hingga April 2015.

Untuk Nina Herlina senilai Rp 1,13 miliar yang diserahkan dalam kurun waktu Maret 2013 hingga Agustus 2015.

Adapun terdakwa mengambil Rp 2,52 miliar. Lalu mantan Bupati Subang Eep Hidayat Rp 2,5 miliar. 

Ojang saat dihadirkan sebagai saksi di persidangan 22 Maret mengakui menerima uang itu. Namun, Nina Herlina dan Abdulrahman justru membantah menerima uang.

Namun, Nina, Abdulrahman dan Eep yang sempat dihadirkan sebagai saksi justru membantah menerima uang.

Nina dan Abdulrahman misalnya, pada sidang 22 Maret menyebut uang yang diterimanya sebagai pinjaman dari Heri yang juga berbisnis burung. 

Baca juga: Istri Kopda Eta Kharisma Cerita Sebelum Berlayar dengan KRI Nanggala-402, Suaminya Punya Firasat

Baca juga: Farshad Noor Mainnya Butut lalu Ditendang Persib Bandung, Fans Inginkan Omid Nazari Balik ke Bandung

Lalu Eep berdalih bahwa uang Rp 1,5 miliar yang diterimanya pada 14 Agustus 2014 di Lapas Sukamiskin sebagai yang penjualan rumah. Eep pernah dipenjara karena kasus korupsi upah pungut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved