Ini yang Terjadi Setelah 45 Hari Suntik Vaksin Dosis Kedua, Berapa Banyak Antibodi yang Terbentuk?
Helga memutuskan untuk mengecek antibodi dalam tubuhnya setelah 45 hari sebelumnya, dia menjalani vaksin kedua.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Mega Nugraha
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Helga Andriyani (32) baru saja keluar dari sebuah laboratorium di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (28/4/2021) sambil membawa amplop, isinya hasil laboratorium.
Helga memutuskan untuk mengecek antibodi dalam tubuhnya setelah 45 hari sebelumnya, dia menjalani vaksin kedua.
"Hasilnya, antibodi sudah terbentuk dengan titer antibodi 325 AU/ml," ujar Helga, tampak raut mukanya yang senang.
"Katanya sih antibodi segitu sudah bagus. Jadi saya sengaja tes setelah sebulan lebih vaksinasi kedua. Lalu saya baca-baca, tidak ada salahnya untuk tahu antibodi setelah vaksin," ucap karyawan swasta ini.
Baca juga: Cara Mudah Turunkan Gula Darah dalam Tubuh, Konsumsi 4 Bahan Alami Ini Dijamin Ampuh
Baca juga: Warga Bandung Ditemukan Tewas di Penginapan Garut, Polisi Temukan Hasil Antigen Covid-19 di Kamarnya
Tes titer antibodi adalah pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan serta mengukur jumlah antibodi dalam darah.
Jumlah dan keberadaan ragam antibodi dalam darah dapat menggambarkan kekuatan respons kekebalan tubuh atau imunitas.
Titer antibodi dalam tubuh akan terdeteksi setelah seseorang menjalani vaksinasi Covid-19 atau setelah terpapar Covid-19.
Contohnya, Wali Kota Bogor Bima Arya misalnya, dia sempat mengaku antibodi dalam tubuhnya tinggi hingga 197 sehingga sempat ditunda vaksinasinya.
Prof Dr Kusnadi Rusmil, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, menyebut, hingga saat ini, belum ada nilai standar berapa titer antibodi yang dibutuhkan supaya terhindar dari virus corona.
"Sejauh ini belum ada standar nilainya berapa. Hasil tes antibodi yang sudah dilakukan masyarakat di laboratorium yang ada, belum bisa jadi acuan," ucap Kusnadi.
Baca juga: CEK Saldo Rekening THR PNS Mulai Cair Hari ini, Sri Mulyani Kini Singgung Estimasi Gaji ke 13
Baca juga: Cara Mudah Cek Kadar Kolesterol Sendiri di Rumah, Tanpa ke Dokter atau Cek ke Lab, Ikuti Langkah Ini
Tes itu hanya untuk mengukur kadar seberapa banyak antibodi terbentuk pascavaksinasi Covid-19.
Hanya saja, dengan diketahuinya kadar antibodi dalam tubuh, bisa diartikan sebagai hal yang baik.
"Kalau sudah divaksin antibodinya tumbuh, itu sudah bagus karena dia sudah punya imun, tubuhnya sudah sensitif saat ada virus masuk langsung melawan, bereaksi. Sehingga, dampak dari sakitnya tidak terlalu berat," katanya.
Namun, dia menyebut, antibodi yang sudah tumbuh di dalam tubuh bisa saja berkurang bahkan hilang.
"Tapi respon tubuh terhadap virus yang masuk masih tetap ada. Intinya, begitu imunisasi maka akan terbentuk antibodi. Antibodi bisa saja menurun tapi tubuh akan bereaksi saat ada kuman atau virus masuk," ucap dia.
Karena belum ada acuan titer antibodi yang baik pascavaksinasi, ia meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.