Breaking News:

Susu Bayi Bekas Terendam Banjir Dijual Bebas di Gudang yang Disulap Jadi Minimarket di Bandung

Karena kemasan yang rusak, informasi soal makanan dalam kemasan itu pun jadi tidak jelas.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Susu bubuk khusus bayi atau susu bayi yang sempat terendam banjir ditumpuk di sebuah gudang di Jalan Mohammad Toha Kota Bandung yang disulap jadi minimarket untuk dijual, di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung,  Jumat (23/4/2021). 

Susu Bekas

Susu bubuk khusus bayi ditumpuk di sebuah gudang di Jalan Mohammad Toha Kota Bandung, yang disulap jadi minimarket. Pantauan Tribun, merek susu itu di pasaran harganya sekira Rp 250 ribu.

Namun, di mini market itu, susu bayi  dijual hanya Rp 100 ribu. Namun, dalam kondisi tanpa kemasan dus melainkan hanya dalam kemasan aluminium foil.

Berbagai makanan di gudang itu semuanya merupakan bekas tergenangi banjir. Namun, oleh DH, sang pemilik yang menyewa gudang itu, kemasan yang digenangi banjir diperbaiki dan dicuci lalu dijual kembali dengan harga sangat murah.

"Total ada 617 ribu makanan kemasan. Termasuk susu bayi ini, di pasaran harganya ratusan ribu disini bisa setengahnya," ujar Wadir Ditreskrimsus Polda Jabar AKBP Roland Rolandy di Jalan Mohammad Toha, Jumat (24/4/2021).

Karena kemasan yang rusak, informasi soal makanan dalam kemasan itu pun jadi tidak jelas. Termasuk data kedaluwarsa dari makanan tersebut. 

"Menurut Pasal 143 Undang-undang Perlindungan Konsumen, menghapus, mencabut, mengganti label dan kadalaurasa pangan itu dilarang. Kemudian Pas 141 nya, melarang menjual pangan tak sesuai keamanan pangan. Nah, pelaku malah melakukan perbuatan yang dilarang di Undang-undang Perlindungan Konsumen," ucap Roland.

Gudang yang disulap jadi minimarket ini juga tersembunyi, tidak berada di pusat keramaian. 

Salah satu petugas komplek pergudangan, Sobandi (48) mengaku banyak warga yang datang membawa truk ke gudang tersebut.

"Kalau ada yang datang ke gudang itu katanya mau beli barang di grosir, harganya katanya murah. Saya sendiri enggak tahu karena belum ngecek ke dalam," ucap dia.

Ia tidak menyangka gudang yang disewa Dh itu ternyata menyimpan makanan yang sempat tergenang banjir.

"Kaget pas polisi menggerebek, saat masuk ternyata banyak makanan yang kemasannya sudah kotor," ucap Sobandi.

Terancam Hukuman 5 Tahun

Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar menetapkan pria berinisial Dh (47) warga Kota Bandung tersangka tindak pidana menjual pangan tak sesuai keamanan, sebagaimana diatur di Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Dalam perbuatannya, Dh menjual makanan dan minuman serta barang kebutuhan lainnya yang sudah rusak karena kebanjiran di Bekasi. 

"Kami menetapkan Dh sebagai tersangka Pasal 141, Pasal 143 dan Pasal 62 Undang-undang Perlindungan Konsumen," ucap Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar AKBP Roland Rolandy di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung, Jumat (24/4/2021).

Pasal itu ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Baca juga: 110 Warga Miskin di Kuningan Idap Penyakit Ganas, Ada yang Kanker Rahim, Payudara dan Lainnya

Baca juga: Mudik Dilarang Tapi Ada Pengecualian Bagi Pekerja Lintas Provinsi, Ini Penjelasan Wagub Jabar

Pada prakteknya, Dh membeli 617.276 jenis  produk makanan dan minuman kemasan dari perempuan bernama Yuli dan Boy seharga Rp 330 juta. Adapun Yuli dan Boy membeli makanan rusak itu seharga Rp 25 juta. 

"Barang itu didapat dari 41 gerai Alfa Mart di Bekasi. Setelah barang itu dibeli, Dh membawa barang-barang rusak itu ke gudang di Jalan Mohammad Toha. Disana, barang yang rusak disortir lagi, barang yang kotor dibersihkan kemudian dijual lagi di gudang yang diubah jadi minimarket," ucap Roland.

Adapun Dh sudah menjalankan prakteknya itu dibantu oleh anak buahnya sejak sebulan terakhir. Keuntungan yang diperoleh Dh berkiras di puluhan juta.

"DH mendapat keuntungan dari penjualan makanan yang rusak dan kotor ini Rp 40 juta lebih. Yang membelinya sengaja datang ke gudang ini dengan harga yang lebih murah, 50 persen dari harga asli," ucap dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved