Breaking News:

Ayah Ulinnuha Kecewa Nyawa Anaknya yang Tewas Ditabrak Hanya Dihargai 2,6 Tahun Penjara Sang Sopir

nyawa anak pertamanya yang menjadi korban akibat kecelakaan itu hanya dihargai dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Aong (46) warga Kota Tanggerang, Banten. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Terdakwa penabrak seorang remaja di Kabupaten Indramayu diputuskan bersalah oleh majelis hakim.

Pada sidang akhir tersebut, terdakwa Mastari (61) dihukum pidana 2 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Mendengar keputusan majelis hakim, keluarga korban mengaku tetap tidak puas.

Orang tua korban, Aong mengatakan, nyawa anak pertamanya yang menjadi korban akibat kecelakaan maut itu hanya dihargai dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa.

Baca juga: Ulinnuha Tewas Ditabrak Mobil Truk, Sopir Divonis 2 Tahun Penjara, Sang Ayah Tak Terima Ini Katanya

Baca juga: Hati Ayah Ini Bergetar Mendengar Pengakuan Sopir Truk yang Tabrak Anaknya hingga Tewas: Saya Hancur

"Kalau soal puas tidak puas, sebenarnya tidak puas. Karena nyawa hanya dihargai 2 tahun 6 bulan, kami menerima tapi dengan terpaksa kira kira begitu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (17/3/2021).

Meski demikian, Aong juga mengucap terima kasih kepada majelis hakim yang sudah menambah vonis hukuman terdakwa.

Yakni, dari semua hanya 2 tahun hukuman penjara sekarang menjadi 2 tahun 6 bulan.

Ke depan, Aong ingin menyampaikan kepada para sopir proyek yang biasa mengendari kendaraan besar untuk lebih berhati-hati lagi dalam berkendara.

"Hargai nyawa manusia karena oleh jadi anda sembarang, tapi karma masih berlaku, ini hanya hukum dunia ya tapi nanti juga ada hukum akhirat," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved